Terhubung dengan kami

News

UPTD BPSMB Gelar FGD Penyusunan SNI Tembakau Sinjai

AJATAPPARENG.ONLINE, MAKASSAR — UPTD Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Kantor Layanan Teknis (KLT-BSN) Makassar menyelenggarakan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) penyusunan rancangan SNI tembakau pada tanggal 03 Desember 2018 bertempat di Hotel Grand Rofina Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan.

Acara ini di buka oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Sinjai dan Kepala UPTD BPSMB Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan ,Agiv Satriawan mengatakan potensi tembakau sinjai sangat besar dan dapat lebih dimaksimalkan dengan rencana pengusulan SNI Tembakau sinjai ini

Pemprov Sulsel mengembangkan intensifikasi tembakau rakyat di sembilan kabupaten. Kabupaten yang ditunjuk merupakan penghasil tembakau terbanyak di daerah ini.

Sembilan kabupaten itu,yaitu Jeneponto,Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Barru,Wajo,serta Luwu. Kabupaten Sinjai memiliki areal pertanaman tembakau seluas 1500 hektar, dan merupakan salah satu yang terluas di Sulawesi Selatan.

Hanya saja, luas areal dan jumlah produksi yang banyak tidak menjamin tingginya pendapatan yang diperoleh dari komoditi tembakau tsb.

Oleh karena itu, untuk memperbaiki sistem perdagangan tembakau, pemerintah telah membuat standar mutu tembakau bersama pihak terkait, khususnya petani sebagai produsen dan industri rokok sebagai konsumen.

Standar mutu yang disusun secara kesepakatan tersebut selanjutnya ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam bentuk Standar Nasional Indonesia(SNI) dan diharapkan menjadi ketentuan yang mengikat dalam sistem perdaganganan tembakau di Indonesia.

Kegiatan ini dibagi dalam dua sesi yaitu sesi I Sosialisasi Penyusunan SNI Tembakau di Kabupaten Sinjai disampaikan oleh Hj. Farida, STP Expert dibidang Pengujian Mutu dari Balai Pengujian dan Pengawasan Mutu Barang (BPSMB)Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan dan dilanjutkan sesi II Kebijakan Pengembangan SNI disampaikan oleh Taufiq Hidayat,S.Si Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional Makassar.

Dalam pemaparannya Hj. Farida Menyampaikan potensi tembakau yang berasal dari Kecamatan Gunung Perak Kabupaten Sinjai.

Kepala BPSMB, berharap pengusulan SNI Tembakau Khas daerah Sinjai seperti yang dilakukan oleh Daerah lain di Indonesia Seperti Contoh Tembakau Boyolali Asepan (SNI 01-3936-1995), Tembakau Jawa Timur Voor Oogst(Jatim/VO) (SNI 01-6238-2000) dan lain lain. Terkait hal tersebut, Hj. Farida menjelaskan bagaimana cara penilaian dan pemantapan mutu tembakau sinjai sehingga dapat menambah daya saing.

Sesi II, Taufiq Hidayat memaparkan bagaimana cara mengusulkan Program Nasional Perumusan Standar (PNPS). PNPS adalah adalah usulan rancangan SNI dari Pemangku Kepentingan yang akan dirumuskan secara terencana, terpadu, dan sistematis.

Tahapan prosedur perumusan SNI (PNPS) adalah penyusunan konsep (drafting), Rapat teknis pertama, Rapat Konsensus, Jejak Pendapat, Pembahasan RSNI3 hasil dari Jejak Pendapat, Jejak Pendapat Ulang, Pembahasan RSNI4 hasil Jejak Pendapat Ulang, Pembahasan RSNI hasil kaji ulang, Penyempurnaan RSNI 4/5/6 untuk penetapan dan tahapan terakhir adalah penetapan SNI.

Diskusi berlangsung cukup aktif dari peserta UKM dan Produsen tembakau bahan baku rokok di Sinjai sehingga diharapkan kedepan dapat meningkatkan mutu dari produk tembakau dan meningkatkan daya jual serta daya saing tembakau sinjai. (*/ajp)

Lanjutkan membaca
Klik untuk memberi komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *