AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Daerah yang dipimpin Bupati Syaharuddin Alrif ini meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atas capaian terbaik nasional dalam pelaksanaan pemeriksaan DNA HPV untuk deteksi dini kanker serviks tahun 2025.
Penghargaan tersebut diberikan karena Sidrap berhasil menjangkau sebanyak 15.679 perempuan dalam program skrining HPV, sekaligus menempatkan daerah ini pada peringkat pertama nasional. Pemeriksaan dilakukan secara merata di 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Sidrap.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, pada acara “Indonesia Satu Melawan Kanker” yang berlangsung di South Quarter Dome, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026). Acara ini turut dihadiri Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, Murti Utami, serta Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Gumelar, yang juga mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Kabupaten Sidrap diwakili Wakil Bupati Nurkanaah yang hadir menerima penghargaan, didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sidrap, Mu’minah.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Nurkanaah menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program deteksi dini kanker serviks di Bumi Nene Mallomo.
“Terima kasih kepada Direktur Tirta Medical Centre atas kerja sama dan kesempatan yang diberikan kepada Kabupaten Sidrap dalam pelaksanaan pemeriksaan dini kepada masyarakat. Terima kasih juga kepada jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sidrap, para camat, kepala desa, lurah, serta para kader posyandu dan kader PKK yang telah berjibaku untuk mencapai target sasaran,” ungkapnya.
Acara “Indonesia Satu Melawan Kanker” diselenggarakan sebagai bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker, mendorong deteksi dini, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan penyakit tidak menular.
Kegiatan ini bertujuan memperluas jangkauan skrining kanker, meningkatkan edukasi kesehatan masyarakat, serta mempromosikan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi profesi kesehatan, dan komunitas penyintas kanker di seluruh Indonesia.















