Menu

Mode Gelap
Pemkab Enrekang Terima Penghargaan WTP 4 Tahun Berturut-turut Operasi Pekat 2022, Kasus Miras Mendominasi Indekos jadi ‘Rumah Prostitusi’, Bahrul Appas: Inilah Pentingnya Perda Rumah Kos di Sidrap jadi ‘Sarang’ Esek-esek Via Mi Chat Si-Yanti, Aplikasi Baru Pinjam Pakai Aset Pemkab Enrekang

Ajatappareng · 17 Nov 2022 15:16 WITA ·

Dialog Kebangsaan FKUB Enrekang; Jaga Kerukunan dan Perkuat Moderasi


 Dialog Kebangsaan FKUB Enrekang; Jaga Kerukunan dan Perkuat Moderasi Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, ENREKANG — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Enrekang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Enrekang dalam hal ini Kesbangpol menggelar Dialog Kebangsaan. Acara itu berlangsung di pendopo Rumah Jabatan Bupati Enrekang, Kamis 17 November 2022.

Dialog Kebangsaan mengangkat tema ‘Membangun Kebersamaan dalam Bingkai Kebhinekaan Demi Mewujudkan Enrekang yang Maju, Aman, Sejahtera, Religius dan Berkelanjutan’.

Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Enrekang Asman SE. Menghadirkan narasumber Kapolres, Dandim, dan, Kepala Kejaksaan serta Wakil Ketua DPRD Enrekang. Acara itu dipandu oleh Sekretaris Dinas Kesbangpol Aswan Anjas.

Ketua FKUB Syawal Sitonda mengungkapkan acara itu diikuti oleh 45 peserta perwakilan dari unsur agama, organisasi, perguruan tinggi, dan

Banyak persoalan kebangsaan khususnya masalah kerukunan umat, yang dapat diselesaikan lewat dialog. “Ini adalah salah satu upaya kita mencegah masalah kerukunan, menjaga silaturahmi antar umat beragama,” jelas Syawal.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab atas atensinya terhadap kerukunan umat beragama. Enrekang menjadi Pemda terbaik ketiga di Sulsel, setelah Makassar dan Lutim, dalam hal perhatian Pemda terhadap FKUB.

Kepala Kemenag Enrekang Irman mengajak peserta memperkuat wawasan kebangsaan, menghargai perbedaan, dan menjauhi kekerasan.

“Kita perkuat moderasi pemahaman beragama. Semakin baik pemahaman agama kita, maka semakin kita toleran menghadapi perbedaan,” kata Irman.

Wabup Asman mengatakan, masyarakat Kabupaten Enrekang patut bersyukur sebab toleransi di Bumi Massenrempulu masih terjaga. Daerah ini, lanjut Asman, diberkahi dengan keberagaman.

“Kita berbatasan langsung dengan kabupaten dengan mayoritas umat Kristiani. Sementara Enrekang dikenal sebagai mayoritas Muslim dengan beragam organisasi. NU, Muhammadiyah, dan lainnya bisa berbaur di mesjid. Juga, kita kaya dengan adat budaya yang beraneka ragam di pelosok yang dilindungi Perda masyarakat adat,” kata Asman.

Keberagaman dan toleransi yang senantiasa terjaga, menciptakan lingkungan yang kondusif. Ini merupakan faktor penting kesuksesan pembangunan.

Diskusi mengenai keberagaman sudah seharusnya selesai. Tugas penting saat ini, menghadapi tahun politik dengan cerdas. Jangan sampai terbawa isu-isu perdebatan identitas, terutama lewat medsos.

“Yang namanya pemilihan, pasti ada perbedaan pilihan. Tugas kita memberi pemahaman yang baik untuk masyarakat. Di pengajian, di kebaktian, dan lainnya, berikan pencerahan agar tidak terjebak politik yang tidak sehat,” tegas Asman. (*)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Pemkab Enrekang Terima Penghargaan WTP 4 Tahun Berturut-turut

1 Desember 2022 - 15:10 WITA

Operasi Pekat 2022, Kasus Miras Mendominasi

29 November 2022 - 16:05 WITA

Indekos jadi ‘Rumah Prostitusi’, Bahrul Appas: Inilah Pentingnya Perda

29 November 2022 - 15:45 WITA

Rumah Kos di Sidrap jadi ‘Sarang’ Esek-esek Via Mi Chat

29 November 2022 - 14:37 WITA

Si-Yanti, Aplikasi Baru Pinjam Pakai Aset Pemkab Enrekang

29 November 2022 - 13:42 WITA

Pendaftaran PPK Pemilu 2022 Ditutup Hari Ini

29 November 2022 - 13:35 WITA

Trending di Ajatappareng

Anda tidak dapat menyalin konten ini. Konten ini milik Ajatappareng Online