Menu

Mode Gelap
Legislator Papua Barat Belajar Budidaya Porang di Sidrap Aturan Baru Netralitas ASN Permudah Bawaslu Lakukan Pengawasan Planet Surf Buka Store ke 66 di Sidrap, Tawarkan In House Brand Syaharuddin Alrif: Poros Sidrap-Soppeng akan Tuntas 2022, Total Anggaran Rp45,5 Miliar DPRD Sidrap Bantah Isu Barter Hak Interpelasi dengan Proyek

Ajatappareng · 31 Jul 2021 13:59 WITA ·

Dinas Perindagem Pinrang Panggil Pengelola SPBU Maccorowalie


 Dinas Perindagem Pinrang Panggil Pengelola SPBU Maccorowalie Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, PINRANG — Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindagem) Kabupaten Pinrang, menindaklanjuti pengisian jerigen yang dilakukan SPBU 74.912.01 Maccorawalie.

Hal itu dikatakan Kadis Perindagem, Andi Hartono Makka. Menurutnya, ia sudah memanggil pemilik dan pengelola SPBU  74.912.01 Maccorawalie untuk membicarakan terkait video viral pengisian jerigen tersebut.

“Senin depan kita agendakan untuk bertemu yang bersangkutan,” kata Hartono saat dikonfirmasi, Jumat, (30/07/2021).

Sementara itu, Kabag Perekonomian dan SDA Pinrang, Zulkifli mengatakan pihaknya terlebih dahulu menyerahkan permasalahan tersebut di Dinas Perindagem.

“Kami serahkan dulu ke OPD terkait dalam hal ini Dinas Perindagem. Kalau pihak mereka sudah mengkaji, baru kita bahas karena ini kan kembali dulu ke teknisnya,” urainya.

Sebelumnya, video oknum pegawai SPBU Maccorawalie Kabupaten Pinrang yang sedang melayani pengisian jerigen untuk BBM bersubsidi viral di media sosial.

SPBU 74.912.01 Maccorawalie terletak di Jl Bintang, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang. Pengisian jerigen yang dilakukan oknum pegawai SPBU tersebut dilakukan sekira pukul 01.00 dini hari.

Sementara itu, Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR VII Laode Syarifuddin Mursali mengatakan pihaknya tidak bisa menerima alasan pengelola.

Terlebih lagi pengelola SPBU Maccorawalie menyalahkan operatornya yang pada saat itu jaga malam. Justru, kata Laode, pengelola SPBU lah yang harus bertanggung jawab.

“Kalau alasan dia (pengelola) sudah tidur waktu kejadian tersebut, itu bukan urusan kami. Yang jelas, kejadian tersebut berada di bawah tanggung jawabnya. Bukan malah operatornya yang disalahkan,” imbuhnya.

Laoden pun menuturkan kalau pihaknya sudah turun melakukan penelusuran dengan menurunkan tim investigasi untuk melakukan penelusuran terhadap SPBU Maccorawalie Pinrang.

Ia mengatakan jika hal tersebut terbukti, maka pihaknya akan memberikan surat teguran terhadap SPBU Maccorawalie.

“Sanksi yang dijatuhkan nanti bisa berupa teguran yakni surat peringatan (SP) 1 hingga SP 3,” bebernya.

Namun, tidak menutup kemungkinan sanksi berat juga akan dijatuhkan. Apabila, penyelewengannya sudah parah.

“Sanksi paling berat yakni kami bisa menghentikan suplai BBM hingga penutupan SPBU,” tegasnya.

Laode juga telah berkomunikasi dengan Manajer Pertamina Wilayah VII Depot Parepare agar lebih meningkatkan kontrol dan pengawasan kepada SPBU-SPBU di wilayah kerjanya. (ac)

Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Babinsa Kodim 1420 Bantu Warga Panen Padi

19 September 2021 - 12:32 WITA

Pesta Pernikahan Langgar Prokes, Ini Kata Camat Watang Pulu

18 September 2021 - 15:49 WITA

Sekolah Tatap Muka Lancar  Meski Durasi Hanya 2-3 Jam Perhari

18 September 2021 - 13:52 WITA

Legislator Papua Barat Belajar Budidaya Porang di Sidrap

17 September 2021 - 21:00 WITA

Tim NasDem Peduli Berbagi di Desa Buae

17 September 2021 - 16:44 WITA

‘Jumat Berkah’, NasDem Barru Kunjungi Panti Asuhan Al Qasimiyah

17 September 2021 - 13:20 WITA

Trending di Fokus