Menu

Mode Gelap
Pemkab Enrekang Terima Penghargaan WTP 4 Tahun Berturut-turut Operasi Pekat 2022, Kasus Miras Mendominasi Indekos jadi ‘Rumah Prostitusi’, Bahrul Appas: Inilah Pentingnya Perda Rumah Kos di Sidrap jadi ‘Sarang’ Esek-esek Via Mi Chat Si-Yanti, Aplikasi Baru Pinjam Pakai Aset Pemkab Enrekang

Event · 23 Okt 2022 23:28 WITA ·

Gara-gara Wasit, Pertandingan Tinju di Porprov XVII Sinjai ‘Ribut’


 Offisial Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Sinjai ribut dengan panitia penyelenggara terjadi di Porprov XVII, Minggu (23/10/2022). Hal tersebut lantaran kesepakatan antara offisial Sinjai dan panitia Tinju dinilai dilanggar. Perbesar

Offisial Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Sinjai ribut dengan panitia penyelenggara terjadi di Porprov XVII, Minggu (23/10/2022). Hal tersebut lantaran kesepakatan antara offisial Sinjai dan panitia Tinju dinilai dilanggar.

AJATAPPARENG.ONLINE, SINJAI — Cekcok offisial Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Sinjai dengan panitia penyelenggara terjadi di Porprov XVII, Minggu (23/10/2022). Hal tersebut lantaran kesepakatan antara offisial Sinjai dan panitia Tinju dinilai dilanggar.

Cekcok offisial terjadi setelah perrandingan tinju kelas 48 Kg Putri antara Sinjai vs Makassar, di lapangan Sinjai Bersatu, Kabupaten Sinjai.

Dari pantauan wartawan media ini lokasi arena tinju, terlihat offisial Sinjai melayangkan protes dengan cara meneriaki panitia untuk memboikot cabor tinju, karena dinilainya tidak adil.

Muh Yusri, pelatih tinju Sinjai mengungkapkan bahwa aksi protes yang dilakukan lantaran kesepakatan sebelumnya wasit dan dewan hakim itu, tidak boleh berasal dari daerah yang sama dengan yang pemain yang bertanding.

Namun, yang terjadi ternyata salah satu dewan hakim saat pertandingan Sinjai dan Makassar, justeu berasal dari Makassar.

Lanjutnya, untuk pertandingan tinju itu terdiri lima pengawas pertandingan. Dimana empat orang hakim dan satu wasit yang bertugas di atas ring.

“Ini menyalahi keputusan bersama bahwa hakim yang bertugas tidak boleh berasal dari daerah yang sama dengan pemain,” terangnya

Bang Yos sapaan akrab Yusri  menambahkan, bahwa pihaknya tidak memprotes lantaran kekalahan atletnya, namun disayangan, karena pihak penyelanggara yang tidak konsisten dengan kesepakatan.

“Kalau kalah ya kalah, tapi ini yang dipersoalkan kenapa hakim dari Makassar. Saya capek-capek melatih dari nol tapi kenapa disia-siakan seperti ini,” kesal Yusri. (ac)

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

PN Sidrap Sosialisasi Tentang Gugatan Sederhana dan Persidangan Secara Elektronik

2 Desember 2022 - 20:06 WITA

Tim Tabur Kejari Sidrap Tangkap Pelaku Korupsi di Kutai Kartanegara

2 Desember 2022 - 16:16 WITA

Pemkab Enrekang Terima Penghargaan WTP 4 Tahun Berturut-turut

1 Desember 2022 - 15:10 WITA

6 Fraksi DPRD Parepare Setuju, R-APBD 2023 Ditetapkan

29 November 2022 - 20:30 WITA

293 Orang Daftar Calon PPK, KPU Siapkan CAT di Kantor Bupati

29 November 2022 - 17:38 WITA

Operasi Pekat 2022, Kasus Miras Mendominasi

29 November 2022 - 16:05 WITA

Trending di Ajatappareng

Anda tidak dapat menyalin konten ini. Konten ini milik Ajatappareng Online