Menu

Mode Gelap
Hj Hasnah Syam Gelar Sosialisasi JKN dan KIS Mr Lombenk Trail Adventure Hadirkan Ribuan Rider se-Sulawesi Pemkab – USAID Gelar Bimtek Online Soal Stunting Pimpinan OPD se-Kabupaten Barru Sepakat Tingkatkan Kinerja 2023 BKTM Polsek Maritengngae Turun Bantu Warga di Pangkajene dan Majjelling

Ajatappareng · 7 Sep 2022 11:08 WITA ·

Harga BBM Naik, Gabah dan Telur Justru Turun


 Anggota DPRD Sidrap, H Bahrul Appas Perbesar

Anggota DPRD Sidrap, H Bahrul Appas

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak pada sejumlah sektor, namun tidak bagi sektor pertanian dan peternakan, bahkan saat BBM naik Petani dan Peternak di Kabupaten Sidrap justru mengeluh sebab harga telur dan gabah justru turun.

Hal itu di ungkapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) H.Bahrul Appas, saat dihubungi, Rabu malam (7/9/2022).

Legislator Partai NasDem tersebut menyayangkan kondisi itu, karena merugikan para petani dan peternak. Menurutnya, dengan kondisi BBM yang naik, petani dan peternak seharusnya memperoleh harga yang pantas, apalagi sekarang musim panen padi.

“Misalnya petani, sekarang kan musim panen, harga gabah seharusnya naik, tapi justru turun, pada musim tanam kemarin saat harga BBM belum naik, para petani kita sudah mengeluhkan tingginya biaya proses produksi, apalagi dengan kondisi BBM yang saat ini naik, petani kita akan jauh dari kata sejahtera,” katanya dengan nada kecewa.

Saat ini harga gabah Rp 4.600 dari harga sebelumnya Rp.4.800.

Anggota DPRD Fraksi NasDem tersebut juga menyampaikan kondisi yang sama dialami peternak telur ayam ras yang harganya turun sejak tiga hari yang lalu, saat ini harga telur Rp 46.000, dari harga sebelumnya Rp. 50.000 – 51.000/rak,  turun sekitar Rp. 4.000 – 5.000 rupiah per raknya.

“Dengan kondisi kenaikan BBM ini tentu peternak petelur akan menjerit, ya, karena biaya produksinya semakin tinggi, mulai dari pakan, obat-obatan, distribusi segala macam akan naik,” ungkapnya.

Karena itu, Anggota Komisi II DPRD Sidrap ini meminta pemerintah untuk tidak tinggal diam dan membantu para peternak dan petani yang mengalami kondisi sulit tersebut, karena itu merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, seperti yang tertuang dalam Peraturan Daerah No. 11 Tahun 2020 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. (asp)

Artikel ini telah dibaca 172 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Hj Hasnah Syam Gelar Sosialisasi JKN dan KIS

7 Februari 2023 - 20:06 WITA

Begini Jumlah Kursi DPRD dan Dapil di Sidrap

7 Februari 2023 - 18:33 WITA

23 Balon DPD di Sidrap Akan Diverfak Syarat Dukungan Minimal Pemilih

7 Februari 2023 - 11:04 WITA

KPU dan Bawaslu Sidrap Gelar Rakor Verfak Balon Anggota DPD

6 Februari 2023 - 23:03 WITA

PKD Baranti Resmi Dilantik di Ponpes Al Urwatul Wutsqaa Benteng

6 Februari 2023 - 22:19 WITA

81 Peserta Lulus Diklatsar KOKAM, Muslimin Bando Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Kehormatan

6 Februari 2023 - 15:28 WITA

Trending di Eksklusif

Konten ini milik Ajatappareng Online. Anda tidak dapat menyalin konten ini.