Menu

Mode Gelap
Fraksi NasDem Tagih Janji Jokowi Alokasikan 5% Dana Desa untuk Operasional Kades Kemendagri Proses Pemberhentian Nurdin Abdullah dari Gubernur Sulsel Mentan Sebut Fluktuasi Harga Telur Tantangan bagi Pemerintah Mentan Syahrul akan Jadikan Peternakan Unggas Sidrap “Super Prioritas” Gaji Kades hingga Perangkat Desa di Sidrap Mangkrak 3 Bulan

Ajatappareng · 20 Sep 2021 19:37 WITA ·

Harga Telur Anjlok, Pemkab Sidrap Bahas Pasar Induk Telur


 Harga Telur Anjlok, Pemkab Sidrap Bahas Pasar Induk Telur Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Turunnya harga telur padahal harga pakan tinggi, membuat perunggasan nasional tak terkecuali di Kabupaten Sidrap, dalam kondisi mencemaskan.

Mencari solusi atas hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap melakukan rapat koordinasi dipimpin Wakil Bupati, H. Mahmud Yusuf, Senin (20/9/2021),

Rapat dihadiri Kadis Perdagangan dan Perindustrian, Ahmad Dollah, Kadis Kominfo, H. Bachtiar, Kabag Perekonomian H. Sudarmin, Kabid Pembibitan dan Kesehatan Hewan Disnakkan, Amiruddin, dan Kabid Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan, H. Muhammad Zainal.

Turut hadir, perwakilan peternak dan pedagang dalam rapat di ruang kerja Wakil Bupati, Lantai II Kantor Bupati Sidrap.

Mahmud Yusuf mengatakan, keresahan peternak akibat kodisi peternakan saat ini harus dicarikan solusi dan langkah-langkah stategis.

“Karenanya, kami memanggil OPD terkait termasuk perwakilan peternak dan pedagang dalam rapat ini, untuk merumuskan solusi permasalahan ini,” ujar Mahmud.

Salah satu solusi diutarakan dalam rapat tersebut, yaitu memfungsikan pasar induk telur di mana di dalamnya terdapat pihak pemerintah, asosiasi, pedagang, dan peternak sehingga informasi harga telur menjadi jelas.

“Nanti Dinas Perdagangan dan Dinas Kominfo duduk bersama dalam penyampaian informasi harga telur ke publik. Ini penting menghindari informasi-informasi tidak jelas yang beredar utamanya di media sosial,” kata Mahmud.

Mahmud juga berharap, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Peternakan dan Perikanan, dan Dinas Pertanian untuk menyampaikan data yang real agar solusi nantinya lebih akurat.

Kuota Kebutuhan Jagung
Terkait kebutuhan jagung, Kadis Perdagangan Sidrap, Ahmad Dollah menyebut, langkah yang bisa ditempuh adalah menghitung kebutuhan jagung per bulan, selanjutnya dikirim ke Kementerian Perekonomian.

“Saran dari Staf Ahli Kementerian Perdagangan, dihitung dulu jumlah ternak, peternak, dan kebutuhan jagung, kemudian menyurat ke pusat. Nanti Bulog akan menyalurkan melalui koperasi yang bermitra, selanjunya disebar merata ke peternak,” terang Ahmad.

Dalam kesempatan itu, Ahmad juga memaparkan, salah satu penghambat pemasaran telur saat ini adalah adanya stok telur yang melimpah dari Jawa Timur. “Menurut konsumen, telur dari Jawa Timur disukai karena lebih tahan lama dibanding telur dari Sulawesi,” bebernya.

Mahmud Yusuf sendiri menilai, salah satu penyebab telur itu terkesan tidak tahan lama karena yang dikirim ke luar daerah tersebut, telur yang sudah lama.

“Ditambah proses pengiriman yang makan waktu lama. Sementara telur dari Jawa baru-baru semua,” tandasnya. (asp)

Artikel ini telah dibaca 197 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Baksos, Kejari Enrekang Harapkan Bumi Massenrempulu Bebas Sampah Plastik

21 Januari 2022 - 14:02 WITA

Anggota DPRD Kota Parepare Gelar Reses

20 Januari 2022 - 20:25 WITA

Rangkaian Musyawarah Tudang Sipulung 2022 Dimulai

20 Januari 2022 - 14:28 WITA

Kasus Lakalantas Dihentikan, Kejari Sidrap Berikan Keadilan Restoratif

20 Januari 2022 - 14:24 WITA

Gandeng Dufan, Kadin Matangkan Rencana Kegiatan EXPO 2022

19 Januari 2022 - 20:43 WITA

Dinkes Pinrang Mulai Vaksin Usia 6-11 Tahun

19 Januari 2022 - 20:33 WITA

Trending di Ajatappareng