Menu

Mode Gelap
Pemkab – USAID Gelar Bimtek Online Soal Stunting Pimpinan OPD se-Kabupaten Barru Sepakat Tingkatkan Kinerja 2023 BKTM Polsek Maritengngae Turun Bantu Warga di Pangkajene dan Majjelling Hati-hati’ki, Aksi Pencurian Alsintan Lagi Marak di Sidrap Bupati Barru Resmikan Masjid Zam Zam Al Ikhlas Pujananting

Ajatappareng · 29 Nov 2022 15:45 WITA ·

Indekos jadi ‘Rumah Prostitusi’, Bahrul Appas: Inilah Pentingnya Perda


 Indekos jadi ‘Rumah Prostitusi’, Bahrul Appas: Inilah Pentingnya Perda Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Rumah kos tumbuh bak jamur di Kabupaten Sidrap, dan berintegrasi langsung dengan masyarakat sekitarnya.

Stigma negatif rumah kos (indekos) semakin terpuruk, setelah Polisi menemukan puluhan wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) yang menjadikan rumah kos sebagai ‘rumah prostitusi’. Mereka bekerja menggunakan aplikasi Mi Chat dengan pelanggan. 

Menyikapi itu, Anggota Komisi II DPRD Sidrap, H Bahrul Appas, Selasa (29/11/2022) mengatakan, Perda Pengelolaan Rumah kos memang belum diatur di Sidrap, dan masih fokus di pendapatan.

“Jujur saja, baru Perda yang mengatur dan retribusi rumah kos yang ada. Secara detail pengelolaan belum ada, baru sementara dibahas. Termasuk perijinan,” ujar Bahrul menjawab pertanyaan wartawan media ini, terkait Perda Pengelolaan Rumah Kos di Sidrap.

Bahrul menegaskan, salah satu faktor penyebab masalah tersebut karena longgarnya pengawasan dan penindakan pemerintah terhadap pemilik atau penghuni kos ketika berbuat melanggar norma.

Politisi Partai NasDem itu mengatakan, regulasi berupa perda penting untuk menjaga atau menghindari implikasi negatif yang ditimbulkannya seperti, perbuatan asusila, narkotika serta perbuatan lainnya yang melanggar norma agama, susila dan budaya.

“Saya anggap, inilah pentingnya untuk segera menetapkan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Rumah Kos di Sidrap. Karena, lahirnya Perda akan menjadi payung hukum bagi pemerintah melalui SKPD terkait untuk melakukan penindakan terhadap pemilik atau penghuni kos,” tegasnya.

Kata dia, setiap pengelola rumah kos harus dan wajib melaporkan rumah kosnya dengan memiliki izin pengelolaan, serta bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap segala aktifitas yang terjadi di dalam rumah kos.

“Bukan hanya aktivitas penghuni, tapi juga dalam hal keamanan/ketertiban, kebersihan dan kesehatan di lingkungan rumah kosnya,” tegasnya.

Seperti diketahui, kos-kosan di Kabupaten Sidrap saat ini sudah menjamur dan berkembang dengan cukup pesat. Perkembangan itu disertai dengan dampak buruk, seperti meningkatnya kasus asusila, narkoba, perselingkuhan, maupun miras yang muncul dari rumah kos. (sp)

Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Melayat, Babinkamtibmas Maritengngae juga Imbau Warga Jaga Kamtibmas

2 Februari 2023 - 18:30 WITA

Kapolres AKBP Erwin Syah Cek Ruang Tahanan Endra Dharma Laksana

2 Februari 2023 - 18:27 WITA

Overload, Penghuni Rutan Sidrap tak Sebanding Jumlah Petugas

2 Februari 2023 - 17:11 WITA

Jajaran Polres Sidrap Intensifkan Cipkon Dalam Harkamtibmas

2 Februari 2023 - 17:00 WITA

Timsel Sosialisasi pendaftaran Calon Anggota Bawaslu Sulsel di Sidrap

1 Februari 2023 - 20:40 WITA

Pemkab – USAID Gelar Bimtek Online Soal Stunting

31 Januari 2023 - 14:55 WITA

Trending di Advertorial