Menu

Mode Gelap
MenPan-RB Buka 4 Mall Pelayanan Publik, Salah Satunya Pinrang IJ, Terduga Kasus Showbis Jabat Posisi Penting di Sejumlah Organisasi IJ, Pengusaha sekaligus Politisi Sidrap Terjerat Kasus Showbis? Takyuddin Masse Ajak Petani dan Pengusaha Holtikultura Lakukan Inovasi Produk Rekam Jejak Karir Hj Andi Nurhatina Tipu, dari Pamong Senior hingga Politisi

Eksklusif · 5 Okt 2021 13:09 WITA ·

Pengusung Interpelasi ‘Masuk Angin’, DPRD Sidrap Terbelah


 Pengusung Interpelasi ‘Masuk Angin’, DPRD Sidrap Terbelah Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Rencana rapat paripurna pembahasan hak interpelasi DPRD Sidrap yang dijadwalkan Selasa, (5/10/2021), kembali batal dilakukan, dan terpaksa harus kembali ditunda.

Batalnya paripurna, lagi-lagi karena tidak quorum. Paripurna hanya dihadiri 11 anggota DPRD Pengusung dari sebelumnya 18 orang.
Kondisi ini mengindikasikan, bahwa sejumlah anggota DPRD yang sebelumnya komitmen menggunakan hak interpelasi sudah ‘masuk angin’.

Dugaan semula pun benar, bahwa sebagian anggota DPRD hanya ikut-ikutan menandatangani persetujuan penggunaan hak interpelasi, diduga hanya untuk menaikkan bargaining. Entah berupa pokir, aspirasi maupun proyek dari pemerintah daerah.

Anggota Fraksi Bela Umat, Zainal Husain, Selasa (5/10/2021) juga memaknai perjalanan pengusulan hak interpelasi terhadap Bupati Sidrap itu, dijadikan ‘barang dagangan’ oleh sebagian anggota DPRD dan partai politik.

“Ada yang dengan gamblang menyampaikan kepada kita, bahwa mereka sudah selesai diinterpelasi karena apa yang mereka cari itu sudah mereka dapat,” beber Zainal.

Menurut Zainal, sebagian legislator telah memanfaatkan moment interpelasi untuk kepentingan pribadi. “Sekarang kan sudah jelas. Ada 2 kepentingan. Siapa yang komitmen, dan siapa yang memanfaatkan wacana ini,” ujar politisi senior PBB itu.

Zainal berharap, anggota DPRD pengusung interpelasi tetap konsisten untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan tidak ikut memperdagangkan Hak Interpelasi dengan Pokir-pokir dan proyek-proyek.

“Sekali lagi, kita harus waspada, masih banyak agenda-agenda besar yang akan kita laksanakan ke depan. Jangan sampai hal ini terulang lagi,” tegas Zainal di hadapan Pimpinan sidang pleno pembahasan hak interpelasi DPRD Sidrap.

Ketua DPC PPP Sidrap, Patahaddin mengatakan Hak Interpelasi ini ditunda sesuai dengan mekanisme Tata Tertib DPRD dengan Alternatif ditentukan oleh Pimpinan Rapat dengan fraksi.

Sekadar diketahui, dalam rapat sidang pleno yang digelar di ruang paripurna itu, tersisa hanya Fraksi NasDem, dan sebagian Fraksi Bela Umat, yakni Sainal Husain (PBB), H Fathuddin dan H Rusdi Gani (PPP) yang masih terlihat komitmen dengan hal tersebut.

Sementara Fraksi Golkar, yang tadinya masih ‘nimbrung’ di pembahasan Hak Interpelasi pekan lalu sudah tidak terlihat. Demikian pula, A Fachri Bagenda Ali yang masih sempat hadir sebelumnya, kini menyusul rekannya Muh Syukur Rabaiseng yang mangkir. (asp)

Artikel ini telah dibaca 657 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

MenPan-RB Buka 4 Mall Pelayanan Publik, Salah Satunya Pinrang

19 Agustus 2022 - 21:41 WITA

IJ, Terduga Kasus Showbis Jabat Posisi Penting di Sejumlah Organisasi

19 Agustus 2022 - 18:45 WITA

IJ, Pengusaha sekaligus Politisi Sidrap Terjerat Kasus Showbis?

19 Agustus 2022 - 16:43 WITA

Takyuddin Masse Ajak Petani dan Pengusaha Holtikultura Lakukan Inovasi Produk

18 Agustus 2022 - 13:56 WITA

Rekam Jejak Karir Hj Andi Nurhatina Tipu, dari Pamong Senior hingga Politisi

18 Agustus 2022 - 12:22 WITA

Innalilllah, Ketua DPRD Parepare Meninggal Dunia

18 Agustus 2022 - 11:49 WITA

Trending di Ajatappareng