Menu

Mode Gelap
Fraksi NasDem Tagih Janji Jokowi Alokasikan 5% Dana Desa untuk Operasional Kades Kemendagri Proses Pemberhentian Nurdin Abdullah dari Gubernur Sulsel Mentan Sebut Fluktuasi Harga Telur Tantangan bagi Pemerintah Mentan Syahrul akan Jadikan Peternakan Unggas Sidrap “Super Prioritas” Gaji Kades hingga Perangkat Desa di Sidrap Mangkrak 3 Bulan

Ajatappareng · 5 Jan 2022 15:55 WITA ·

Wabup Asman jadi Narasumber Dialog Kepemudaan Harlah PPP


 Wabup Asman saat menjadi narasumber di acara dialog Kepemudaan, Hari Lahir Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Acara itu berlangsung di Villa Bambapuang, Rabu, (5/1/2021). Perbesar

Wabup Asman saat menjadi narasumber di acara dialog Kepemudaan, Hari Lahir Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Acara itu berlangsung di Villa Bambapuang, Rabu, (5/1/2021).

AJATAPPARENG.ONLINE, ENREKANG — Wakil Bupati, Asman SE menjadi narasumber pada Dialog Kepemudaan, Hari Lahir Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Acara itu berlangsung di Villa Bambapuang, Rabu, (5/1/2021).

Turut hadir legislator PPP yang juga Ketua PPP Enrekang H. Saharuddin, jajaran pengurus dan kader PPP, pemuda dan peserta.

Asman mengatakan, pemuda mesti mengambil bagian dalam pembangunan melalui jalur politik. Konsep politik, kata Asman, bukan terletak pada organisasi partai tetapi yang paling penting adalah kontribusi nyata.

“Politik itu sebenarnya flexibel. Dalam keseharian, kita sebenarnya berpolitik. Berpolitik itu adalah berbicara tentang kepentingan umum,” urai Asman.

“Politik adalah kendaran untuk memenuhi kepentingan masyarakat. Kalangan pemuda harus melek politik, dan ambil bagian dalam pembangunan lewat politik, ” jelas Ketua DPD Nasdem Enrekang ini.

Sementara H. Saharuddin atau yang akrab disapa dengan Ajisaka mendorong para pemuda untuk berkarya sesuai dengan keahlian masing-masing, demi mendukung pembangunan daerah.

Dirinya menjelaskan tentang 3 kategori pemuda diantaranya pemuda masa lalu, pemuda sekarang dan pemuda masa depan.

“pemuda sekarang harus bekerja. Manfaatkan teknologi untuk menjadi agen perubahan. Asal jangan manja dengan fasilitas digital. Harus bijak dan melek literasi digital,” lanjutnya.

Dalam sektor politik, peran pemuda pun sangat dibutuhkan terutama untuk mengedukasi masyarakat. “Kita bangun kesadaran bahwa politik bukan soal warna dan identitas tetapi gagasan pembanguan,” tutupnya. (sp)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Baksos, Kejari Enrekang Harapkan Bumi Massenrempulu Bebas Sampah Plastik

21 Januari 2022 - 14:02 WITA

Anggota DPRD Kota Parepare Gelar Reses

20 Januari 2022 - 20:25 WITA

Rangkaian Musyawarah Tudang Sipulung 2022 Dimulai

20 Januari 2022 - 14:28 WITA

Kasus Lakalantas Dihentikan, Kejari Sidrap Berikan Keadilan Restoratif

20 Januari 2022 - 14:24 WITA

Gandeng Dufan, Kadin Matangkan Rencana Kegiatan EXPO 2022

19 Januari 2022 - 20:43 WITA

Dinkes Pinrang Mulai Vaksin Usia 6-11 Tahun

19 Januari 2022 - 20:33 WITA

Trending di Ajatappareng