Menu

Mode Gelap
Rusak Berat, DPRD Sidrap Prihatin Kondisi Sidrap Centre di Makassar Menag Hadiri Virtual, Pembukaan MTQ Sulsel di Maros Berlangsung Meriah Pinrang mulai ‘Tancap Gas’, Gerakkan Program Indonesia Asri Ketua DPRD Makassar Supratman Sambut Audiensi BPS, Tegaskan Komitmen Penguatan Data untuk Pembangunan Perdana! Audisi Dangdut Academy 8 Indosiar Hadir di Sidrap: Cek Jadwal dan Syarat Lengkapnya

Eksklusif · 25 Feb 2026 13:57 WITA ·

BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Sulsel hingga Awal Maret


 BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Sulsel hingga Awal Maret Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, MAKASSAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berlaku pada 24 Februari hingga 1 Maret 2026.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV dalam rilis di Makassar, Rabu, menyebutkan potensi cuaca ekstrem tersebut dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi.

BMKG menjelaskan peningkatan curah hujan dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer berupa aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, serta konvergensi angin, yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sulawesi Selatan.

Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, kata dia, diprakirakan terjadi di wilayah Parepare, Barru, Pangkajene Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, dan Kepulauan Selayar.

Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.

Selain hujan lebat, kata dia, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang di Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.

Di wilayah perairan, masyarakat diminta mewaspadai gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpotensi terjadi di perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkajene Kepulauan, Kepulauan Selayar, Bulukumba, Kepulauan Takabonerate, serta Jeneponto.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memastikan kesiapan infrastruktur, pengelolaan sumber daya air, penataan lingkungan, serta pemangkasan pohon yang berisiko tumbang.

Masyarakat juga diminta tidak membuang sampah sembarangan dan terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG.

Informasi cuaca terkini dapat diakses masyarakat selama 24 jam melalui kanal resmi BMKG dan layanan informasi yang tersedia. (sp)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menag Prof. Nasaruddin Umar Hadiri Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal MUI

16 April 2026 - 09:29 WITA

Sabu 3,2 Kg Dimusnahkan, Puluhan Ribu Warga Pinrang Terlindungi

15 April 2026 - 17:15 WITA

DPD NasDem Sidrap Tegas, Konsisten di Jalur Idealisme

15 April 2026 - 12:07 WITA

Panen Perdana CSR Capai 7,2 Ton, Bupati Syaharuddin Tekankan Kolaborasi Pertanian-Peternakan

14 April 2026 - 17:38 WITA

Rusak Berat, DPRD Sidrap Prihatin Kondisi Sidrap Centre di Makassar

14 April 2026 - 16:58 WITA

Menag Hadiri Virtual, Pembukaan MTQ Sulsel di Maros Berlangsung Meriah

13 April 2026 - 22:33 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.