Terhubung dengan kami

Ajatappareng

Lembaga PAPER Angkat Bicara Terkait Guru Tendang Muridnya

AJATAPPARENG.ONLINE, ENREKANG — Lembaga Pemberdayaan perempuan dan anak ( PAPER) kabupaten enrekang ,angkat bicara Rahmawati Karim, pendiri lembaga Paper Enrekang kini mengecam tindakan oknum guru yang melakukan kekerasan terhadap siswa di salah satu SDN 88 loka desa ,parinding Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang hingga patah tulang bahagian paha hingga lumpuh pada tanggal 24 November 2018.

Lanjut Rahma menekankan juga termasuk pencabulan terhadap puluhan siswa di salah satu SD di Kecamatan Baroko kabupaten Enrekang

Rahma panggilan akrab,Rahmawati Karim yang juga Komisioner KPU Enrekang mengatakan jika kekerasan yang dilakukan secara anarkis oleh oknum guru itu telah merusak generasi. “Apalagi sampai mengakibatkan siswa tidak lagi dapat berjalan akibat tendangan oknum gurunya. Ini harus di proses. Tak boleh didiamkan,” tegas Rahma.

Oknum guru yang seperti ini sangat membahayakan keselamatan anak-anak di sekolah karena tidak dapat mengontrol emosinya. “Tentunya sangat membahayakan keselamatan anak-anak kita di sekolah, bukan hanya fisiknya tapi psikologis juga,” jelas Rahma.

Olehnya itu tegas Rahma, oknum guru tersebut termasuk yang telah melakukan pencabulan terhadap siswa dievaluasi secara kepegawaian. “Tidak boleh didiamkan. Harus dievaluasi kepegawaian sebagai guru. Tidak pantas lagi oknum guru ini mengajar. Justru dia yang harus diajari,” kesalnya.

Ia juga berharap agar masyarakat tidak tinggal diam melihat kekerasan terhadap anak, apalagi sampai jika menjadi korban kekerasan. “Masyarakat jangan takut bicara kalau sampai ada yang mengalami kekerasan. Laporkan pelaku kekerasan itu. Siapa pun dia,” ajak Rahma sembari mengatakan jika dilakukan pembiaran maka dampak berkepanjangan terjadi. “Coba kita liat oknum pelaku kekerasan terhadap anak yang didiamkan. Korbannya justru semakin banyak,” kata Rahma

Termasuk pencabulan terhadap puluhan siswa di salah satu SD di Kecamatan Baroko.

Rahma panggilan akrab Rahmawati Karim yang juga Komisioner KPU Enrekang mengatakan jika kekerasan yang dilakukan secara anarkis oleh oknum guru itu telah merusak generasi.

“Apalagi sampai mengakibatkan siswa tidak lagi dapat berjalan akibat tendangan oknum gurunya. Ini harus di proses. Tak boleh didiamkan,” tegas Rahma.

Oknum guru yang seperti ini sangat membahayakan keselamatan anak-anak di sekolah karena tidak dapat mengontrol emosinya.

“Tentunya sangat membahayakan keselamatan anak-anak kita di sekolah, bukan hanya fisiknya tapi psikologis juga,” jelas Rahma.

Olehnya itu tegas Rahma, oknum guru tersebut termasuk yang telah melakukan pencabulan terhadap siswa dievaluasi secara kepegawaian.

“Tidak boleh didiamkan. Harus dievaluasi kepegawaian sebagai guru. Tidak pantas lagi oknum guru ini mengajar. Justru dia yang harus diajari,” kesalnya.

Ia juga berharap agar masyarakat tidak tinggal diam melihat kekerasan terhadap anak, apalagi sampai jika menjadi korban kekerasan.

“Masyarakat jangan takut bicara kalau sampai ada yang mengalami kekerasan. Laporkan pelaku kekerasan itu. Siapa pun dia,” ajak Rahma sembari mengatakan jika dilakukan pembiaran maka dampak berkepanjangan terjadi.

“Coba kita liat oknum pelaku kekerasan terhadap anak yang didiamkan. Korbannya justru semakin banyak,” kata Rahma. (asr/ajp)

Lanjutkan membaca
Klik untuk memberi komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *