AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Dosen Program Studi Ilmu Perikanan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Muhammad Bibin, S.Pi., M.Si., melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi keberlanjutan budidaya maggot di Desa Kulo. Program budidaya tersebut sebelumnya dikembangkan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (KKN PMM).
Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat yang telah dirintis oleh mahasiswa selama pelaksanaan KKN, agar tetap berjalan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.
Monitoring dilakukan secara langsung di lokasi budidaya kelompok mitra dengan meninjau berbagai aspek, antara lain teknis pemeliharaan maggot, ketersediaan bahan baku organik, manajemen produksi, serta tingkat pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam mengelola usaha budidaya tersebut.
Budidaya maggot dinilai memiliki potensi strategis sebagai solusi pengelolaan limbah organik sekaligus sebagai sumber pakan alternatif bernilai ekonomis bagi sektor perikanan dan peternakan. Oleh karena itu, keberlanjutan program menjadi perhatian utama agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Bibin juga memberikan pendampingan lanjutan berupa arahan teknis serta rekomendasi pengelolaan yang lebih efisien dan berorientasi pada keberlanjutan usaha.
Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program Kampus Berdampak, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dalam pembangunan berbasis potensi lokal.
Diharapkan, hasil monitoring ini dapat mendorong budidaya maggot di Desa Kulo terus berkembang sebagai usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pengembangan ekonomi ramah lingkungan.












