AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Pengerjaan proyek jembatan di wilayah Transmigrasi Desa Lagading, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, diduga bermasalah.
Pasalnya, jembatan yang baru saja rampung tahun lalu itu, terlihat sudah retak dan mengalami tanda-tanda kerusakan dan lubang pada bagian pondasi.
Sesuai informasi dan papan proyek di lokasi, proyek pembangunan jembatan Lagading ini, dikerjakan oleh CV Fatihrindo Bersaudara itu, menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp468 juta.
Jembatan tersebut merupakan penunjang utama akses transportasi dan perekonomian warga setempat.
Hasil pantauan sejumlah media di lokasi, Rabu, 14 Januari 2026, memperlihatkan sejumlah bagian jembatan telah mengalami retakan. Kondisi ini rawan ketika musim hujan dan volume air naik.
Retakan itu memicu kekhawatiran masyarakat terkait mutu konstruksi dan daya tahan bangunan, terlebih usia jembatan yang terbilang masih sangat baru.
Belum diketahui secara pasti penyebab munculnya kerusakan tersebut. Namun, diduga ada kesalahan pada kualitas konstruksi sehingga pondasi jembatan dengan mudah retak dan berlubang.
Sejumlah sumber di lokasi yang ikut menyayangkan kerusakan pada jembatan yang baru saja dibangun itu, meminta pihak terkait untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas fisik proyek tersebut.
Tujuannya, memastikan tidak adanya pelanggaran teknis maupun penyimpangan anggaran.
Hanya saja, hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai hasil pekerjaan proyek jembatan tersebut maupun langkah lanjutan yang akan diambil oleh pemerintah. (sp)












