AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Proyek rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi yang dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dengan nilai anggaran mencapai Rp8 miliar hingga kini belum rampung. Padahal, proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025 lalu.
Pantauan media pada Selasa, (20/1/2026), menunjukkan aktivitas pengerjaan masih berlangsung di wilayah Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe.
Sebuah alat berat jenis ekskavator terlihat masih beroperasi di lokasi, sementara sejumlah pekerja masih melakukan pemasangan besi serta pengecoran pada bagian sisir kiri dan kanan saluran irigasi.
Di sisi lain, pengerjaan saluran irigasi sekunder ini, memiliki peran penting dalam menunjang kebutuhan air bagi sektor pertanian, khususnya bagi para petani di wilayah setempat yang sangat bergantung pada kelancaran jaringan irigasi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sidrap, Andi Safari Renata, membenarkan, jika pengerjaan proyek mengalami molor dari jadwal yang telah ditetapkan.
Kendati begitu, ia mengaku tidak mengetahui secara detail terkait teknis pelaksanaan di lapangan.
“Benar, pengerjaan masih berjalan. Proyek ini dikerjakan oleh pihak provinsi melalui BBWS Pompengan Jeneberang. Soal teknis pelaksanaannya, mereka yang lebih mengetahui secara detail,” ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak BBWS Pompengan Jeneberang terkait penyebab keterlambatan serta target penyelesaian proyek tersebut.
Masyarakat berharap proyek ini dapat segera diselesaikan agar manfaatnya bisa segera dirasakan, terutama untuk mendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Sidrap. (sp)












