AJATAPPARENG.ONLINE, MAKASSAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyambut positif respons Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang memberi lampu hijau terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.
Anggota DPRD Kota Makassar, Nasir Rurung, menilai arahan Zulkifli Hasan saat berkunjung ke Makassar sebagai langkah yang tepat dan realistis.
Menurutnya, penetapan TPA Antang sebagai lokasi proyek strategis nasional tersebut paling rasional dari sisi efisiensi anggaran maupun penerimaan masyarakat.
“Ngapain jauh kalau ada yang dekat. Tentu lebih efisien dibanding mengambil lokasi lain. Saya kira itu jawaban yang sangat tepat, sejalan dengan yang disampaikan Pak Wali Kota,” ujar Nasir, Sabtu (7/2/2026).
Ia menegaskan, pemilihan lokasi PSEL harus mempertimbangkan efektivitas biaya investasi dan operasional. Dibandingkan opsi lain seperti Tamalanrea, pembangunan di TPA Antang dinilai jauh lebih ringan dari sisi anggaran.
“Kalau di Tamalanrea, anggarannya bisa mencapai beberapa triliun rupiah. Sementara di TPA Antang maksimal sekitar Rp2,7 triliun,” jelasnya.
Selain biaya konstruksi, Nasir juga menyoroti potensi penghematan operasional, terutama biaya pengangkutan sampah.
“Kalau lokasinya di Antang, biaya angkut sampah bisa dihemat sekitar Rp20 miliar per tahun dibandingkan harus ke Tamalanrea,” katanya.
Ia menambahkan, aspek penerimaan sosial masyarakat menjadi faktor penting dalam penentuan lokasi proyek PSEL. Namun demikian, Nasir mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan Pemerintah Kota Makassar, khususnya terkait kesiapan lahan.
Untuk pembangunan PSEL, dibutuhkan lahan seluas sekitar 7 hektare. Nasir menyebut Pemkot Makassar telah membeli tambahan lahan, dan sisa kebutuhan diharapkan segera dipenuhi.
“Kemarin Pemkot sudah membeli tambahan lahan. Tinggal kekurangannya yang insyaallah segera disiapkan. Saya kira ini bisa diselesaikan dengan kerja sama yang baik,” ujarnya.
Nasir pun mendorong percepatan realisasi proyek PSEL, mengingat persoalan sampah di Makassar membutuhkan solusi jangka panjang berbasis teknologi.
“Kami berharap ini segera direalisasikan agar persoalan persampahan di Makassar bisa teratasi dengan hadirnya PSEL. Ini solusi yang memang kita tunggu,” tegasnya.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Presiden RI telah menginstruksikan agar Indonesia menjadi negara yang ramah lingkungan melalui gerakan Indonesia ASRI.
“Kita diminta oleh Bapak Presiden untuk mewujudkan Indonesia ASRI,” kata Zulkifli Hasan. (arn)












