JAKARTA, — Kabar duka menyelimuti masyarakat Gorontalo dan dunia usaha nasional. Anggota DPR RI dari Partai NasDem yang juga Chairman Panasonic Gobel, H. Rachmat Gobel, meninggal dunia di Jakarta pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 03.20 WIB.

Informasi wafatnya tokoh nasional tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Rachmat Gobel, Nasihin Masha. Ia membenarkan bahwa almarhum telah berpulang ke rahmatullah pada dini hari di Jakarta.

Menurut keterangan keluarga, Rachmat Gobel masih menjalankan aktivitas seperti biasa pada sehari sebelumnya. Hingga kabar duka itu disampaikan, tidak ada informasi yang menyebutkan almarhum memiliki riwayat penyakit tertentu sebelum meninggal dunia.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah H. Rachmat Gobel pada hari Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB di Jakarta,” ujar Nasihin dalam keterangannya

Semasa hidupnya, Rachmat Gobel dikenal sebagai salah satu figur berpengaruh di bidang industri nasional. Di bawah kepemimpinannya, Gobel Group berkembang menjadi salah satu kelompok usaha terkemuka di Indonesia. Kiprahnya di dunia bisnis berjalan seiring dengan pengabdiannya di dunia politik sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Gorontalo.

Di parlemen, Rachmat Gobel kerap menyuarakan berbagai gagasan terkait penguatan sektor industri, pembangunan ekonomi, serta pemerataan pembangunan, terutama bagi wilayah Indonesia Timur. Komitmennya terhadap kemajuan Gorontalo juga menjadi bagian yang melekat dalam perjalanan kariernya.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Retno Damayanti, dua orang anak, serta keluarga besar. Melalui pernyataan yang disampaikan kepada publik, pihak keluarga turut memohon doa dan maaf atas segala kekhilafan almarhum selama hidupnya.

Jenazah Rachmat Gobel terlebih dahulu disemayamkan di Jakarta sebelum direncanakan diberangkatkan ke Gorontalo untuk dimakamkan. Sementara itu, jadwal dan lokasi pemakaman secara resmi akan diumumkan oleh pihak keluarga.

Kepergian Rachmat Gobel menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi masyarakat Gorontalo, tetapi juga bagi dunia usaha dan perpolitikan nasional. Dedikasi, pemikiran, serta kontribusinya dalam mendorong pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat akan menjadi bagian dari jejak pengabdian yang dikenang banyak pihak.

Salah satu karya Rachmat Gobel adalah membangun konsep desa wisata. Dia pikirkan tidak hanya bagaimana menyelesaikan masalah, tapi bagaimana membangun konsep mengatasi masalah di Komunitas Adat Terpencil yang dihuni 57 kepala keluarga di Dusun Buade, Desa Didingga, Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara.

Pemukiman tersebut, sebelumnya dihantam banjir bandang, menyebabkan 68 rumah terdampak, tiga unit di antaranya roboh, belasan lainnya rusak parah, sisanya rusak sedang.

Konsep desa wisata disampaikan Rachmat saat menyapa masyarakat terdampak di desa tersebut. Ia berkeinginan kuat agar desa tersebut dibangun mengikuti keindahan alam yang dimiliki.

Selain itu, salah satu warisan yang dijaganya dengan sangat baik, adalah keberadaan Pondok Pesantren Hubulo.

Pondok pesantren berkonsep pendidikan Islam modern yang terletak di Desa Kramat, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, itu terkenal di Nusantara.

Kecintaan Rachmat pada anak bangsa, terlihat pada perhatiannya yang tinggi terhadap keberlangsungan pendidikan di Pondok Pesantren Hubulo. (***)