Mitigasi Kekeringan Diperkuat, Bupati Sidrap Pastikan Petani Tetap Berproduksi di Musim Kemarau
SIDRAP, — Bupati Sidrap, H Syaharuddin Alrif terus memperkuat langkah mitigasi menghadapi musim kemarau guna memastikan produksi petani di Kabupaten Sidrap tetap terjaga.
Berbagai upaya dilakukan, seperti penyaluran pompa air, pemanfaatan sumber air alternatif, pendampingan penyuluh pertanian, hingga menurunkan armada damkar untuk mengatasi sawah yang mengalami kekeringan.
Minggu siang, (19/7), Syaharuddin Alrif bersama Kadis Pertanian dan sejumlah penyuluh menemui langsung petani dari kelompok tani di Lakessi dan Rijang Pittu, tepatnya di area sebelah selatan Gakung Asera’e, jalam menuju Kompleks SKPD. Syaharuddin duduk dan berdiskusi mencari solusi menghadapi kekeringan.
“Karena di wilayah ini mengandalkan sumber air irigasi irigasi, makanya kami akan memberikan bantuan pompa air. Yang jauh dari irigasi, kami tawarkan bantuan bor,” ujarnya.
Bupati SAR mengatakan, dampak elnino di Sidrap, hanya dirasakan petani di sawah tadah hujan. Minimnya pasokan air membuat areal persawahan yang mengandalkan hujan terganggu.
“Ini fokus kita. Bagaimana menyelamatkan areal pertanaman sawah hujan yang membutuhkan air. Untuk sawah irigasi teknis, dampak elnino tidak terlalu menganggu. Buktinya, petani di Bila Riase, justru sudah memulai panen.,” ujarnya.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas dampak elnino yang tahun ini diprediksi mengganggu program IP300 yang digalakkan Pemkab Sidrap.
Syaharudddin menegaskan, pemkab tidak ingin melihat petani mengalami gagal panen dan terus bergerak dan mengambil langkah mitigasi agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
“Kita harus bergerak lebih cepat sebelum kekeringan berdampak terhadap produksi.
Air harus dipastikan tersedia sehingga indeks pertanaman dan produktivitas tetap terjaga,” tegasnya.
Ia menjelaskan, mitigasi kekeringan tidak hanya mengandalkan bantuan pompa air, dan penanganan sementara seperti pelibatan damkar, tetapi juga dilakukan secara terpadu melalui pendampingan penyuluh pertanian, pemanfaatan sumber air alternatif, penyesuaian pola tanam, serta penggunaan varietas unggul yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. (sp)


Tinggalkan Balasan