Menu

Mode Gelap
PKL Barombong Ditertibkan, Anggota DPRD Makassar Andi Tenri Tagih Janji Relokasi dan Pembangunan Pasar Makanan Basi MBG Diduga Penyebab Siswa SD Keracunan di Pitu Riawa Tahun Ini, Pemprov Sulsel Prioritaskan Perbaikan Ruas Jalan Pinrang–Sidrap Progres Pengaspalan Ruas Rappang-Pangkajene Baru 12,44 Persen Penguatan Kinerja Pembangunan, Komisi C DPRD Makassar Gelar Rapat Monev Triwulan I 2026 Bersama SKPD Mitra

Ajatappareng · 7 Apr 2026 14:21 WITA ·

Makanan Basi MBG Diduga Penyebab Siswa SD Keracunan di Pitu Riawa


 Makanan Basi MBG Diduga Penyebab Siswa SD Keracunan di Pitu Riawa Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDTAP — Kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sidrap terjadi dan menimpa sejumlah siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Peristiwa ini mencuat setelah anggota DPRD setempat, Andi Tenrisangka, mengungkap hasil temuannya dalam rapat Komisi I di Gedung DPRD Sidrap, Senin (6/4/2026).

Informasi awal mengenai kejadian tersebut diperoleh dari laporan orang tua siswa yang curiga terhadap kondisi anak-anak mereka usai mengonsumsi makanan program MBG.

Menindaklanjuti hal itu, Andi Tenrisangka yang juga dikenal dengan sebutan “koboi dari timur” langsung turun ke lapangan untuk melakukan investigasi dan memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Saya cek di bagian kesehatan berdasarkan laporan orang tua siswa. Saya turun langsung dan ternyata memang benar adanya. Pengelola MBG juga mengakui, meski awalnya sempat mengelak,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga mendatangi puskesmas setempat tempat para siswa mendapatkan perawatan. Dari hasil penelusuran sementara, ditemukan adanya indikasi makanan yang sudah tidak layak konsumsi atau basi menjadi penyebab utama kejadian tersebut.

Kasus ini pun memicu perhatian serius dari pihak legislatif. Andi Tenrisangka menegaskan pentingnya peningkatan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam hal kualitas dan keamanan makanan yang disajikan kepada siswa.

Menurutnya, program yang bertujuan meningkatkan gizi anak justru tidak boleh menimbulkan risiko kesehatan. Ia mendesak pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sementara itu, Camat Pitu Riawa, Ali Husain sangat menyesalkan dengan adanya peristiwa tersebut.

“Memang selama ini tidak pernah ada komunikasi dengan para pengelola MBG, padahal ada group Whatsapp. Jadi kalau ada kejadian seperti ini kita tidak ketahui, nanti ketahuan kalau ada yang turun investigasi,” ucapnya.

Menurutnya, di Kecamatan Pitu Riawa ada tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani Makan Bergizi Gratis yakni di daerah Ponrangae, Lancirang, Bulucenrana.

“Yang kejadian dugaan keracunan itu di wilayah Bulucenrana. Informasinya sebelum bulan puasa,” ucapnya. (sp)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Saat Dunia Dipenuhi Amarah, Willem Wandik Hadirkan Pesan Kasih dari Tolikara

7 April 2026 - 17:56 WITA

Hadapi Audit BPK, Wabup Sidrap Minta OPD Proaktif dan Transparan

7 April 2026 - 15:33 WITA

Jangan Ada Lagi Data Titipan! Pesan Tegas Wabup Nurkanaah pada Sosialisasi DTSEN

7 April 2026 - 15:17 WITA

PKL Barombong Ditertibkan, Anggota DPRD Makassar Andi Tenri Tagih Janji Relokasi dan Pembangunan Pasar

7 April 2026 - 15:01 WITA

Tahun Ini, Pemprov Sulsel Prioritaskan Perbaikan Ruas Jalan Pinrang–Sidrap

7 April 2026 - 11:56 WITA

Bupati Sidrap Perjuangkan Dana Bagi Hasil PLTB Sidrap di DPR RI

6 April 2026 - 21:44 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.