AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP, — Kondisi Asrama Mahasiswa, Cabang Maritengngae dan Pitu Riawa yang berada di Kompleks Sidrap Centre, Jl.Puri Kencana Sari, Tallo, Makassar saat ini memprihatinkan dan jauh dari kata layak huni.
Bangunan yang seharusnya menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi para mahasiswa asal Sidrap itu, kini dalam kondisi rusak, minim perawatan dan memprihatinkan.
Hampir 5 tahun terakhir, kondisi asrama mengalami kerusakan cukup parah, karena minim perawatan.
Dan dalam kurun waktu hampir tujuh tahun terakhir, belum ada langkah konkret dari pihak terkait untuk melakukan renovasi atau perbaikan yang memadai.
Berbagai fasilitas dasar di asrama mengalami kerusakan. Sejumlah kamar tidak bisa digunakan karena atapnya bocor dan dindingnya retak. Saluran air rusak, instalasi listrik tidak aman, dan lingkungan sekitar asrama juga tampak terbengkalai.
Walau demikian, puluhan mahasiswa masih bertahan untuk tinggal dan terpaksa harus hidup dengan kondisi seadanya, yang tentunya berdampak pada kenyamanan dan fokus mereka dalam menjalani studi.
Melihat kondisi itu, Komisi III DPRD Sidrap, yakni Agus Syamsuddin, H Abd Rahman, Sudarmin, Habibie, Hj St Rahmah, H Haeruddin, H Ruslan, Saenal Rosi, A Anto, H Faisal dan Arifin Damis, melakukan kunjungan langsung ke lokasi asrama, Selasa (14/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, DPRD Sidrap meninjau secara langsung kondisi bangunan dan berbincang dengan para mahasiswa penghuni asrama.
“Kami datang ke sini karena banyak laporan dari mahasiswa tentang kondisi asrama yang sudah tidak layak. Setelah melihat langsung, memang keadaannya sangat memprihatinkan. Ini tidak bisa dibiarkan lebih lama. Pemerintah daerah harus segera turun tangan,” ujar Ketua Komisi III DPRD Sidrap, Agus Syamsuddin, saat di lokasi.
Bahkan, ia mengatakan jika melihat kondisi bangunan, percuma jika dilakukan rehab. “Jika melihat kondisinya, 2 asrama ini harus renov berat atau bahkan bangun baru,” tegasnya.
Senada dengan itu, Sudarmin Baba menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam memberikan fasilitas penunjang bagi mahasiswa perantauan.
“Mereka datang ke sini (Makassar) untuk belajar dan menuntut ilmu. Sudah seharusnya mereka mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman,” katanya.
Mahasiswa berharap, kunjungan para wakil rakyat itu dapat menjadi titik awal perubahan adanya perbaikan menyeluruh, mulai dari struktur bangunan hingga fasilitas pendukung, serta penunjukan pengurus asrama yang dapat mengelola dan mengawasi keberlangsungan tempat tinggal mereka. (sp)











