Bupati Sidrap Pastikan akan Bangun Rumah untuk La Dalia
SIDRAP, — Bupati Sidrap, H Syaharuddin Alrif, langsung merespon pemberitaan media terkait salah seorang warga Wette’e, La dalia yang hidup dengan rumah yang terkesan tidak laik huni.
Syaharuddin berencana akan membangun rumah untuk La Dalia, Warga Kelurahan Wettee, Kecamatan Panca Lautang itu. Ia menyampaikan secara langsung niatnya untuk membangun rumah bagi La Dalia.
“Kita akan segera membangunkan rumah buat bapak La Dalia. Saya hanya ingin membantu agar beliau bisa hidup lebih layak,” ujar Syaharuddin, Senin malam (15/6).
Menurutnya, salah satu program yang ia jalankan adalah kegiatan turun langsung ke desa-desa. Dan itu, sudah menjadi bagian dari rutinitasnya sebagai kepala daerah.
Melalui cara ini, ia sebenarnya berharap dapat melihat langsung kondisi masyarakat serta menyerap aspirasi yang nantinya dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam kebijakan pembangunan.
“Hanya saja, kita belum sampai melihat kondisi bapak ini. Insha Allah, kita akan buatkan rumah,” beber Syaharuddin.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Sidrap, yang terus memperkuat jaring pengaman sosial, khususnya bagi warga miskin dan rentan.
Kondisi tempat tinggal La Dalia di Wette’e, saat ini memang sangat memprihatinkan, nyaris roboh dan tidak layak huni. Dengan keterbatasan ekonomi, ia tinggal sendiri dan hanya berharap bantuan dari tetangganya.
Membangun rumah bagi warga miskin di Kabupaten Sidrap, bukanlah aksi spontan orang nomor satu di Sidrap itu. September 2025 lalu, Syaharuddin Alrif, turun langsung memperbaiki rumah Amiruddin, seorang warga di Kelurahan Bilokka, Kecamatan Panca Lautang.
Tak hanya menyediakan rumah baru, Bupati Syaharuddin waktu itu, juga memberikan bibit tanaman jagung serta sejumlah bibit lainnya untuk dibudidayakan di pekarangan rumah Amiruddin serta menyalurkan kebutuhan pokok, perlengkapan rumah tangga, sarana pertanian, dan bantuan ternak untuk memperkuat ekonomi keluarga.
Program ini, menjadi bagian dari upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sidrap.
Program serupa sudah berjalan di banyak wilayah, seperti Pangkajene dan Lasiwala.
“Saya memang sudah perintahkan tim terkait, untuk mendatangi satu per satu warga miskin. Tujuannya agar seluruh warga Sidrap bisa menempati rumah layak huni,” tegasnya.
Sebelumnya, dberitakan seorang warga Kelurahan Wettee, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), La Dalia hidup sebatang kara di sebuah rumah yang jauh dari kata layak huni.
Dengan kondisi kedua mata yang sudah tidak mampu melihat dengan jelas, Ladali tetap berjuang menjalani hari-harinya seorang diri. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, ia hanya bisa mengandalkan kepedulian para tetangga yang dengan tulus berbagi makanan seadanya.
Pantauan media di lokasi pada Senin (15/6/2026), rumah yang ditempati Ladali tampak sangat memprihatinkan. Dinding dan bagian bangunan lainnya terlihat rapuh, sementara kondisi tempat tinggal tersebut tidak lagi memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya.
Tak hanya itu, Ladali juga hidup tanpa aliran penerangan yang memadai di rumahnya. Saat malam tiba, rumah sederhana yang ditempatinya diselimuti kegelapan. Tanpa lampu yang menerangi, lansia tersebut harus menghabiskan malam-malamnya dalam gelap gulita dengan kondisi penglihatan yang sudah sangat terbatas.
Meski hidup dalam keterbatasan dan tanpa keluarga yang mendampingi, Ladali tetap bertahan dengan segala kekuatan yang dimilikinya. Sosok lansia itu menjadi gambaran nyata tentang perjuangan hidup di tengah himpitan usia dan kondisi fisik yang semakin melemah. (sp)


Tinggalkan Balasan