AJATAPPARENG.ONLINE, MAROS — Kisah inspiratif datang dari salah satu peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Ia adalah Bripda Ahmad Kabir Mulki, polisi muda yang saat ini bertugas di Polres Kabupaten Barru, yang dipercaya mewakili Kabupaten Bulukumba pada kategori hafidz Al-Qur’an 30 juz.

Mulki, sapaan akrabnya, bukan sosok baru dalam dunia tahfidz. Sejak duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah, ia telah memulai perjalanan menghafal Al-Qur’an. Kemampuannya kemudian semakin terasah saat melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Babul Khaer Kabupaten Bulukumba, serta memperdalam hafalan di salah satu rumah tahfidz di Makassar.

Keberhasilannya menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia melalui jalur tahfidz menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat membuka jalan kesuksesan. Capaian ini tidak lepas dari peran besar kedua orang tuanya. Ibunya, Hj. Nuraeni, merupakan penyuluh agama Islam di KUA Ujung Bulu, sementara ayahnya, H. Mustamin Gau, dikenal sebagai Imam Besar Masjid Islamic Centre Datu Tiro.

Menariknya, di tengah kesibukannya sebagai abdi negara, Mulki tetap konsisten menjaga hafalannya. Ia memiliki cara tersendiri dalam mengatur waktu untuk murajaah.

“Saya selalu murajaah setiap selesai waktu sholat. Jadi dalam sehari bisa sampai 5 juz. Selalu menyempatkan membaca Al-Qur’an setiap hari. Sewaktu-waktu saya sibuk, saya tetap menyempatkan waktu untuk mengaji walaupun satu juz atau setengah juz dalam sehari,” ungkapnya.

Kisah Mulki menjadi inspirasi bahwa dedikasi terhadap Al-Qur’an dapat berjalan beriringan dengan pengabdian kepada negara. Semangatnya diharapkan mampu memotivasi generasi muda, khususnya di Kabupaten Bulukumba, untuk terus mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (sp)