SIDRAP – Laga babak 16 besar Sidrap Cup 2026 yang mempertemukan SF Gold FC vs Ganggawa FC berlangsung dalam tensi tinggi di Stadion Ganggawa, Kamis (18/6).

SF Gold FC berhasil memenangkan pertandingan setelah sukses mencetak gol di babak kedua.

Tingginya tensi pertandingan membuat kedua tim sedikit bermain keras. Hingga menjelang pertandingan berakhir, terjadi insiden pemukulan saat kedua pemain berebut bola.

Pemain SF Gold FC diduga melakukan pemukulan terhadap pemain Ganggawa FC hingga memicu keributan di lapangan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Komisi Disiplin (Komdis) Sidrap Cup 2026 mengambil keputusan tegas terhadap insiden yang terjadi dalam pertandingan SF Gold FC kontra Ganggawa FC.

Ketua Komdis Sidrap Cup 2026, Syafril Usman, menyampaikan keputusan tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Stadion Ganggawa, Kamis (18/6/2026).

Syafril mengatakan, pertandingan tersebut memiliki tensi tinggi, namun tindakan pemukulan tidak dapat dibenarkan karena mencederai nilai sportivitas dalam turnamen.

“Pertandingan hari ini memang memiliki tensi yang tinggi. Tetapi kejadian seperti ini tidak boleh terjadi. Selain mendapatkan kartu merah, pemain yang melakukan tindakan tersebut tidak diperbolehkan lagi tampil di pertandingan berikutnya,” ujar Syafril.

Menurutnya, insiden tersebut bukan lagi sekadar pelanggaran biasa karena tindakan pemukulan dianggap telah melampaui batas dan menjadi pemicu keributan di dalam pertandingan.

“Kalah dan menang itu hal biasa dalam sepak bola, tetapi jangan sampai ada keributan. Kami ingin menjaga citra dan kualitas turnamen ini agar tetap berlangsung setiap tahun dengan baik,” tambahnya.

Syafril juga meminta kepada pihak SF Gold FC agar tidak kembali memainkan pemain yang terlibat dalam insiden tersebut sebagai bentuk komitmen menjaga sportivitas.

Sementara itu, Manajer SF Gold FC, H. Irwan, menyatakan menerima keputusan yang telah ditetapkan oleh Komisi Disiplin Sidrap Cup 2026.

Menurut H Irwan mengatakan, pihak klub sebelumnya juga telah berkomitmen untuk tidak memainkan pemain yang melakukan pemukulan terhadap pemain Ganggawa FC pada pertandingan selanjutnya.

“Kami menerima keputusan Komdis. Sebelumnya kami juga sudah sepakat untuk tidak menurunkan pemain tersebut pada pertandingan berikutnya,” kata H. Irwan.

Keputusan ini diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh peserta Sidrap Cup 2026 agar tetap menjunjung tinggi nilai fair play dan menjaga kualitas kompetisi. (asp)