Oleh: Shepa Wela

Orang lucu memang bisa saja cerdas. Tapi tidak semua orang lucu otomatis lebih pintar, dan tidak semua orang pintar harus selalu lucu.

Dari banyak teman saya, Lansong salah satunya orang yang celetukannya selalu pas, mengundang tawa, sehingga kelihatan pintar.

Penampilannya memang mirip profesor. Rambut rapi beruban, kaca mata baca bundar. Dan gaya pakaiannya kemeja lengan panjang, tergulung. Sepatunya, ia gunakan sepatu basket. Katanya, agar kelihatan lebih muda.

Lansong tipe orang yang pintar merangkai kata. Cocok jadi narasumber diskusi kecil dan santai. Kemampuannya, memuji secara berlebihan dan pas di saat yang tepat untuk mencuri perhatian.

Yah, ciri-ciri orang yang pintar. Pintar cari muka.

Meski gaya bak profesor, tapi ia jago taktik main bola, catur, sampai politik.

Suatu ketika, ia membahas kasus passobis yang viral. Lansong, dengan analisisnya, tegas berpendapat, “Menghadapi kriminal membutuhkan taktik khusus yang memanfaatkan “jiwa kriminal” mereka,”..

Saya penasaran. Lanjut song…

Namanya Taktik “Uang Pelicin”,” kata dia.

Terusss song…

Korbankan satu bidak pion. Saat lawan mengambil pion tersebut, selipkan uang kertas di bawahnya. Maka, jiwa kriminalnya akan langsung terpicu untuk fokus mengoleksi “uang sogokan” tersebut dibanding memikirkan strategi skakmat…. hahahahaha????????

Yah, itulah Lansong ‘Profesor’ Catur yang ikut bicara hukum. Strategi pintar, tapi bikin ketawa.

Pengamat catur, yang terkadang ikut mengamati harga beras, konflik militer luar negeri, sampai konflik pedagang pasar.

Meski kadang datanya tidak sesuai fakta, terkadang keliru, tapi ia ngotot.

Lansong memang unik. Ia meneliti hal-hal sepele dari sudut pandang ilmiah yang serius tapi mengundang tawa.

Ia adalah gambaran ‘profesor’ yang Lucu. Mengajar dengan humor. Menyampaikan materi rumit menggunakan lelucon sehari-hari yang menggelitik.

Kelas tidak bosan. Mahasiswa tidak akan mengantuk karena selalu ada cerita lucu di setiap sesi kuliah...(*&^%)