AJATAPPARENG.ONLINE, WAJO – Pondok Pesantren As’adiya Sengkang meneguhkan diri sebagai tuan rumah Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional (MQKN) dan Asia Tenggara 2025, yang akan digelar pada Oktober mendatang di Kabupaten Wajo.
Persiapan yang telah dilakukan sejauh ini mendapat apresiasi dari jajaran pengurus yayasan maupun pengurus pusat, yang optimis penyelenggaraan MQKN kali ini akan berlangsung “InsyaAllah lebih siap dan lebih baik” dibanding sebelumnya.
Dalam rangka memperkuat koordinasi, Ketua Yayasan PP As’adiya, DR. H. Bunyamin M. Yapid, menggelar silaturahmi bersama guru-guru pesantren, panitia lokal, serta jajaran pengurus PP As’adiya. Hadir pula Wakil Ketua Umum PP As’adiya Pusat Prof. Kamaluddin Abunawas, Sekretaris Jenderal H. Andi Hasbi, Bendahara PP Gurtta Rapi, Kepala Kemenag Kabupaten Wajo H. Subhan Rasyid, serta sejumlah guru, pembina, dan panitia.
Dalam arahannya, DR. Bunyamin menegaskan bahwa amanah sebagai Ketua Yayasan sekaligus santri As’adiya menjadi pendorong baginya untuk memastikan kesuksesan MQKN 2025.
“Sinergitas semua unsur panitia, santri, maupun alumni mesti benar-benar kita galang. Saya berharap agar momen ini menjadi tanggung jawab moral bersama, demi suksesnya MQKN pertama yang digelar di Wajo. InsyaAllah, MQKN tahun ini akan lebih siap dan lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP As’adiya, H. Andi Hasbi, juga menyampaikan optimisme terhadap persiapan yang telah dilakukan.
“Melihat antusiasme panitia dan kerja-kerja seluruh stakeholder, kami meyakini MQKN kali ini jauh lebih siap. InsyaAllah dalam pelaksanaannya nanti akan lebih baik, lebih tertib, dan lebih berkesan,” katanya.
As’adiya, Pesantren Tertua di Indonesia Timur
Sebagai tuan rumah MQKN 2025, PP As’adiya memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1930, pesantren ini dikenal sebagai pondok pesantren pertama di kawasan Indonesia Timur. Selama hampir satu abad, As’adiya telah mencetak ribuan santri yang berprestasi, banyak di antaranya kini menduduki posisi penting di pemerintahan pusat maupun daerah, serta berkiprah dalam berbagai bidang keilmuan dan dakwah.
Kehadiran As’adiya sebagai tuan rumah MQKN Nasional dan Asia Tenggara menegaskan kembali peran historisnya sebagai salah satu pusat keilmuan Islam yang berpengaruh, sekaligus memperkuat kontribusinya bagi bangsa dan umat.
Dukungan Pemerintah Daerah
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kabupaten Wajo dan Kementerian Agama Sulawesi Selatan. Mereka menyatakan siap bersinergi dengan PP As’adiya untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan MQKN. Bupati Wajo menegaskan bahwa perhelatan ini bukan hanya kebanggaan pesantren, melainkan juga kebanggaan masyarakat daerah.
“Pemerintah daerah siap mendukung penuh MQKN 2025. Ini adalah momentum penting, bukan hanya bagi As’adiya, tetapi juga bagi Wajo untuk menunjukkan diri sebagai tuan rumah yang ramah, religius, dan siap menyambut tamu dari seluruh Nusantara bahkan Asia Tenggara,” tutur Bupati.
Dengan sinergi antara pesantren, pemerintah, alumni, dan masyarakat, MQKN 2025 diharapkan menjadi ajang yang tak hanya meriah secara seremonial, tetapi juga meninggalkan jejak historis sebagai momentum kebangkitan tradisi pesantren di panggung nasional dan internasional. (*