Menu

Mode Gelap
Komunitas The Stroke 135 Rappang Touring Wisata Sidrap–Toraja Andi Tenri Sangka Datangi Rutan Sidrap, Periksa Standar Keamanan ‘Bar-bar’ Lagi, Pasar Malam Terpantau Bikin Aktivitas Berbau Judi Bulog mulai Sasar 25.622 Penerima Bantuan Pangan Pastikan Mudik Aman, Kapolda Pantau Pospam di Sidrap

Bisnis · 13 Jan 2026 12:28 WITA ·

Anggaran Ratusan Juta, Rabat Beton di Padangloang Alau Cepat Rusak, Kepala Dusun Beri Klarifikasi


 Anggaran Ratusan Juta, Rabat Beton di Padangloang Alau Cepat Rusak, Kepala Dusun Beri Klarifikasi Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Kualitas pengerjaan rabat beton di dua titik lokasi di Desa Padangloang Alau, Kabupaten Sidrap, menuai sorotan warga.

Proyek yang baru saja rampung tersebut kini dipertanyakan mutunya setelah ditemukan kondisi beton yang mengelupas dan tampak rapuh.

Rabat beton yang dimaksud berada di Jalan Sehati dan Jalan Gotong Royong. Keduanya dikerjakan pada tahun anggaran 2025 menggunakan Dana Desa (DD).

Masing-masing jalan memiliki panjang sekitar 127 meter, sehingga total pengerjaan mencapai 254 meter.

Ironisnya, meski baru selesai dikerjakan, permukaan rabat beton di sejumlah bagian sudah menunjukkan kerusakan. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan masyarakat, bahkan ramai diperbincangkan di media sosial.

Salah satu unggahan menyebutkan bahwa jalan tersebut retak dan patah meski belum lama digunakan.

Total anggaran yang dikucurkan untuk dua titik rabat beton ini mencapai kurang lebih Rp356 juta.

Nilai tersebut membuat warga bertanya-tanya mengenai kualitas pekerjaan di lapangan, mengingat hasil yang terlihat dinilai tidak sebanding dengan besarnya dana yang digunakan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dusun I Desa Padangloang Alau, Muh Yunus, angkat bicara.

Ia menegaskan bahwa proses pengerjaan rabat beton telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan berada dalam pengawasan ketat.

“Pekerjaan ini sudah sesuai standar. Mutu beton yang digunakan adalah K-200, yang memang diperuntukkan untuk jalan lingkungan,” jelasnya, Senin, 12Januari 2026.

Ia juga menambahkan bahwa kerusakan yang terjadi bukan semata karena kualitas pekerjaan, melainkan akibat jalan yang digunakan sebelum beton benar-benar kering dan kuat.

Menurutnya, rabat beton seharusnya dibiarkan selama 21 hari sebelum dilewati kendaraan.

“Ini baru sekitar tiga hari setelah selesai dikerja, tapi sudah dilewati mobil. Padahal sudah kami palang pakai bambu dan diberi tulisan agar kendaraan tidak melintas sebelum 21 hari,” tandasnya.

Meski demikian, kondisi ini tetap menjadi perhatian warga yang berharap agar proyek infrastruktur desa ke depan benar-benar mengutamakan kualitas dan ketahanan, demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat. (Tim)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

16 Tahun Jadi Guru, Nasruddin Angkat Persoalan Literasi Siswa dalam Tesis di UMS Rappang

28 Maret 2026 - 15:03 WITA

Sidrap Siap Jadi Pusat Pickle Ball Nasional, Cahaya Mario Cup 2026

28 Maret 2026 - 12:29 WITA

Komunitas The Stroke 135 Rappang Touring Wisata Sidrap–Toraja

28 Maret 2026 - 12:27 WITA

Grand Opening Browcyl Sidrap: Beli 1 Gratis 2, Warga Serbu Outlet Baru di Maritengngae

28 Maret 2026 - 11:51 WITA

Bahas Isu Jaminan Kesehatan, JMSI Sidrap dan BPJS akan Gelar Sosialisasi JKN

28 Maret 2026 - 00:49 WITA

Diduga Tak Kantongi Izin, Aktivitas Tambang di Watang Pulu Terancam Ditutup

27 Maret 2026 - 21:35 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.