Menu

Mode Gelap
Selain RMS, Sejumlah Elit Politik Sulsel Disebut akan Ikut Merapat ke PSI Bupati SAR Ajak UMKM Berkembang, tidak Latah dan Jaga Konsistensi Bupati Terus Dorong Kesejahteraan Guru dan Sarana Pendidikan di Sidrap Jelang Rakernas PSI, Ratusan  Mobil Branding Kaesang – Muammar Gandi Dandim 1420/Sidrap Ajak Media Selalu Bersinergi

Bisnis · 13 Jan 2026 12:28 WITA ·

Anggaran Ratusan Juta, Rabat Beton di Padangloang Alau Cepat Rusak, Kepala Dusun Beri Klarifikasi


 Anggaran Ratusan Juta, Rabat Beton di Padangloang Alau Cepat Rusak, Kepala Dusun Beri Klarifikasi Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Kualitas pengerjaan rabat beton di dua titik lokasi di Desa Padangloang Alau, Kabupaten Sidrap, menuai sorotan warga.

Proyek yang baru saja rampung tersebut kini dipertanyakan mutunya setelah ditemukan kondisi beton yang mengelupas dan tampak rapuh.

Rabat beton yang dimaksud berada di Jalan Sehati dan Jalan Gotong Royong. Keduanya dikerjakan pada tahun anggaran 2025 menggunakan Dana Desa (DD).

Masing-masing jalan memiliki panjang sekitar 127 meter, sehingga total pengerjaan mencapai 254 meter.

Ironisnya, meski baru selesai dikerjakan, permukaan rabat beton di sejumlah bagian sudah menunjukkan kerusakan. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan masyarakat, bahkan ramai diperbincangkan di media sosial.

Salah satu unggahan menyebutkan bahwa jalan tersebut retak dan patah meski belum lama digunakan.

Total anggaran yang dikucurkan untuk dua titik rabat beton ini mencapai kurang lebih Rp356 juta.

Nilai tersebut membuat warga bertanya-tanya mengenai kualitas pekerjaan di lapangan, mengingat hasil yang terlihat dinilai tidak sebanding dengan besarnya dana yang digunakan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dusun I Desa Padangloang Alau, Muh Yunus, angkat bicara.

Ia menegaskan bahwa proses pengerjaan rabat beton telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan berada dalam pengawasan ketat.

“Pekerjaan ini sudah sesuai standar. Mutu beton yang digunakan adalah K-200, yang memang diperuntukkan untuk jalan lingkungan,” jelasnya, Senin, 12Januari 2026.

Ia juga menambahkan bahwa kerusakan yang terjadi bukan semata karena kualitas pekerjaan, melainkan akibat jalan yang digunakan sebelum beton benar-benar kering dan kuat.

Menurutnya, rabat beton seharusnya dibiarkan selama 21 hari sebelum dilewati kendaraan.

“Ini baru sekitar tiga hari setelah selesai dikerja, tapi sudah dilewati mobil. Padahal sudah kami palang pakai bambu dan diberi tulisan agar kendaraan tidak melintas sebelum 21 hari,” tandasnya.

Meski demikian, kondisi ini tetap menjadi perhatian warga yang berharap agar proyek infrastruktur desa ke depan benar-benar mengutamakan kualitas dan ketahanan, demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat. (Tim)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

RSUD Nene Mallomo Sidrap Berikan Reward Pegawai, Apresiasi Kinerja Tenaga Kesehatan

13 Januari 2026 - 12:55 WITA

Selain RMS, Sejumlah Elit Politik Sulsel Disebut akan Ikut Merapat ke PSI

11 Januari 2026 - 16:36 WITA

Pelayanan Prima Berbuah Kepercayaan, JRW–Annur Catat Lonjakan Jamaah di Sidrap

11 Januari 2026 - 11:32 WITA

Perkuat Persiapan Ibadah, 1000 Jamaah Umrah JRW An Nur Maarif Ikuti Manasik Akbar

11 Januari 2026 - 10:21 WITA

Bupati SAR Ajak UMKM Berkembang, tidak Latah dan Jaga Konsistensi

10 Januari 2026 - 15:30 WITA

Bupati Terus Dorong Kesejahteraan Guru dan Sarana Pendidikan di Sidrap

10 Januari 2026 - 14:58 WITA

Trending di Ajatappareng