AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti, mengapresiasi penerapan teknologi modern pada sektor peternakan ayam petelur di Kabupaten Sidenreng Rappang yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kunjungannya, Amalia menjelaskan bahwa sistem peternakan modern yang diterapkan mampu menjaga suhu ruangan secara stabil sehingga ayam tidak mudah terserang penyakit.
Selain itu, proses pengumpulan telur juga telah menggunakan mesin otomatis, sementara kondisi kandang dijaga tetap steril untuk mencegah masuknya penyakit.
Menurutnya, penerapan teknologi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mendorong peningkatan produktivitas peternakan ayam petelur di daerah yang dikenal sebagai lumbung telur nasional tersebut.
“Peternakan yang produktivitasnya sangat tinggi karena menerapkan teknologi seperti ini sejalan dengan upaya kita mendorong perekonomian melalui peningkatan produktivitas,” ujar Amalia.
Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dan peternakan. Di sektor pertanian misalnya, panen yang sebelumnya dua kali dalam setahun didorong menjadi tiga kali dalam satu tahun.
Sementara itu, Bupati Sidrap H Syaharuddin Alrif mengatakan Pemkab Sidrap juga mengambil sejumlah langkah strategis untuk memperkuat posisinya sebagai lumbung telur dan daging ayam nasional. Salah satunya dengan memperluas pasar, meningkatkan produksi telur, serta menjaga stabilitas harga.
Salah satu perusahaan peternakan yang berkembang pesat adalah PT Cahaya Mario Bersaudara. Perusahaan tersebut sebelumnya memiliki populasi sekitar 2 juta ekor ayam dan ditargetkan meningkat hingga 4 juta sampai 5 juta ekor dari target total populasi yang direncanakan mencapai 10 juta ekor.
Saat ini, populasi ayam petelur di Sidrap telah mencapai sekitar 5,1 juta ekor dengan perputaran ekonomi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp12 miliar per hari dari produksi telur. Telur-telur tersebut didistribusikan ke berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Amalia juga mengapresiasi kinerja pemerintah daerah yang berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi di Sidrap. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut termasuk yang tertinggi di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, capaian tersebut didukung oleh sektor peternakan, pertanian, serta industri pengolahan berbasis pertanian yang terus berkembang
“Ini terbukti di lapangan dan sesuai dengan data yang dicatat BPS. Pertumbuhan ekonomi Sidrap ditopang oleh sektor peternakan, pertanian, dan industri pengolahan berbasis pertanian. Selamat untuk Sidrap,” pungkasnya. (asp)











