AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti, memenuhi undangan Pemerintah Kabupaten Sidrap, dalam hal ini Bupati Syaharuddin Alrif untuk meninjau langsung aktivitas ekonomi riil di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan ekonomi daerah yang saat ini tercatat memiliki pertumbuhan tertinggi di Sulawesi Selatan.
Menurut Amalia, data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Sidrap mencapai 7,71 persen, angka yang menempatkan daerah tersebut sebagai yang tertinggi di tingkat provinsi. Pencapaian tersebut dinilai sangat positif dan mendekati target pertumbuhan 8 persen.
Ia menjelaskan bahwa faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Sidrap adalah sektor pertanian serta industri pengolahan hasil pertanian. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki kompetensi kuat dan perlu terus didorong agar mampu meningkatkan kinerja ekonomi daerah di masa mendatang.
“Pertumbuhan ekonomi Sidrap sudah hampir menyentuh 8 persen. Artinya, tinggal sedikit lagi upaya yang diperlukan untuk mencapai angka tersebut,” ujar Amalia.
BPS, lanjutnya, mencatat seluruh data ekonomi berdasarkan fakta di lapangan. Oleh karena itu, Sidrap dipandang sebagai salah satu daerah yang penting untuk menjadi contoh dalam melihat langsung dinamika pertumbuhan ekonomi berbasis sektor unggulan.
Ia juga menegaskan bahwa peran BPS bukan menjalankan program pembangunan, melainkan menghasilkan data statistik yang berkualitas. Data tersebut nantinya menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan pembangunan.
BPS juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk Bupati Sidrap, untuk memberikan insight berbasis data dalam mendorong aktivitas ekonomi dan pembangunan sosial ke depan.
“BPS menghadirkan statistik yang bermakna, berdampak, dan berkualitas. Data itulah yang akan membantu pemerintah daerah membangun berbasis fakta,” jelasnya.
Dengan capaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Sidrap diharapkan mampu terus berkembang dan memberikan kontribusi tidak hanya bagi daerah, tetapi juga bagi pembangunan ekonomi nasional.
Pemerintah daerah pun didorong untuk terus memanfaatkan data statistik dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. (asp)











