SIDRAP, — Kawasan Satuan Pemukiman (SP) Transmigrasi yang ada di Desa Lagading Kecamatan Pitu Riase, Kab Sidrap terus berkembang.

SP transmigrasi Lagading yang telah dihuni sekitar 205 Kepala Keluarga itu, tidak lagi mengejar target sebagai sentra pertanian, perkebunan dan holtikultura.

Munculnya produk UMKM dari kawasan transmigrasi menunjukan kawasan ini tidak hanya sebagai sentra tanaman pangan, perkebunan, dan perikanan namun juga potensi besar tumbuh sebagai sentra UMKM.

Dwi, transmigran asal Malang, Jawa Timur adalah satu contoh warga yang tinggal di kawasan transmigran Lagading mampu mengolah potensi setempat menjadi produk UMKM. Omzetnya lumayan, Rp7 juta hingga Rp12 Jutaan.

Ia mengolah cabai yang dikembangkan di lahan pekarangan rumah menjadi produk bubuk cabai berbagai kemasan.

“Untuk sementara, pasar kami baru melayani dua Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur,” tutur Dwi, ketika ditemui di kediamannya, Jumat petang, (4/9).

‘Safiza Cabai Bubuk’, bumbu cabai yang diproduksinya bahkan sudah mendapat legalitas usaha setelah mengikuti pameran produk UMKM di Pelataran Monumen Ganggawa, beberapa waktu lalu.

“Waktu itu, kami ikut pameran. Alhamdulillah, ibu camat dan ibu Bupati kemudian menfasilitasi kami untuk memperoleh legalitas,” katanya.

Sayangnya, Dwi bersama warga transmigran lainnya mengolah produk bumbu cabai masih menggunakan pola manual. Belum ada teknologi sama sekali.

Mereka hanya mengandalkan alat seadanya, dan bantuan sinar matahari untuk pengeringan. Kendala lain, ketersediaan bahan baku berupa cabai yang masih ditanam dalam skala rumahan.

“Jika kami membeli cabai dari luar, cabai Salo Dua misalnya, itu harganya mahal. Makanya, kaki masih menggunakan cabai yang kami tanam di sekitar pekarangan,” katanya.

Padahal, peluang usaha cabai bubuk ini menjanjikan. Cabai bubuk kering yang dikemas rapat bisa bertahan hingga 6 bulan. Selain itu, memiliki nilai jual tinggi. Untuk kemasan 1 Kg, Dwi menjualnya dengan harga Rp600 ribu.

Sehingga, mengolah cabai segar menjadi produk bubuk atau olahan siap saji meningkatkan nilai ekonomis dan sangat diminati rumah tangga dan industri kuliner sebagai bumbu tabur atau bahan baku makanan. (sw)