Menu

Mode Gelap
Semangat Pengabdian, Begini Pesan Menyentuh Bupati Sidrap Ini 4 Skema Penyaluran MBG Selama Bulan Suci Ramadhan Wamen HAM Mugiyanto Hadiri HUT JMSI ke-6 Perlindungan Pers Diperluas hingga Pengelola Media, Usulan JMSI Disambut Dewan Pers 13 Camat Dilantik, Ketua DPRD Makassar Dukung Penyegaran Pemerintahan Kecamatan

Ajatappareng · 29 Sep 2025 22:16 WITA ·

Bupati Pinrang Hadiri Tradisi Saeyyang Pattuddu di Desa Lero


 Bupati Pinrang Hadiri Tradisi Saeyyang Pattuddu di Desa Lero Perbesar

Ajatappareng.online, PINRANG — Tradisi budaya Saeyyang Pattuddu yang digelar masyarakat Desa Ujung Lero, Kecamatan Suppa, kembali memancarkan pesonanya.

Tradisi khas masyarakat Mandar ini bukan hanya sekadar wujud syukur atas khatam Al-Qur’an seorang anak, tetapi juga menjadi daya tarik budaya dan potensi wisata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Kegiatan yang identik dengan kuda hias menari sambil ditunggangi anak yang telah khatam Al-Qur’an ini berlangsung meriah dan penuh makna.

Ketua TP PKK Kabupaten Pinrang, Sri Widiati A. Irwan, turut hadir dan melepas langsung jalannya tradisi yang sarat nilai budaya ini.

Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya tradisi Saeyyang Pattuddu yang meskipun berasal dari luar Kabupaten Pinrang, namun telah berakulturasi dengan baik di Desa Ujung Lero yang mayoritas dihuni masyarakat bersuku Mandar.

“Tradisi ini membuktikan bagaimana masyarakat Pinrang mampu menjaga dan melestarikan budaya yang sarat makna. Kita berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan dan menjadi daya tarik wisata baru yang tentu akan memberi dampak positif bagi masyarakat,” ungkap Bupati Irwan.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa kehadiran tradisi ini bukan hanya sekadar menjaga warisan budaya, tetapi juga mampu menstimulasi sektor ekonomi masyarakat.

Dari aktivitas perdagangan, kuliner lokal, hingga industri kreatif, semuanya ikut bergerak seiring dengan meningkatnya kunjungan masyarakat dan wisatawan.

“Budaya adalah kekuatan besar jika kita rawat bersama. Saeyyang Pattuddu ini tidak hanya menjaga jati diri kita, tetapi juga bisa menjadi pintu masuk tumbuhnya ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Desa Ujung Lero pun berharap tradisi ini terus dilestarikan, bukan hanya sebagai bagian dari adat, tetapi juga sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui sektor wisata berbasis budaya.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sinergi Ketahanan Pangan, Kajati Sulsel Titip Aset Senilai Rp2 Miliar ke Bulog di Sidrap

10 Februari 2026 - 16:11 WITA

Pemkab Sidrap Tegas, Imbau THM Tutup Selama Ramadhan

10 Februari 2026 - 15:45 WITA

Mahasiswa Ilmu Perikanan UMS Rappang Ikuti Magang Industri di Perusahaan Perikanan Barru

9 Februari 2026 - 18:47 WITA

LP3M UMS Rappang Berdayakan Nasyiatul Aisyiyah, Sulap Ampas Kelapa Jadi Produk Bernilai Ekonomi

9 Februari 2026 - 18:38 WITA

Semangat Pengabdian, Begini Pesan Menyentuh Bupati Sidrap

9 Februari 2026 - 16:18 WITA

Ini 4 Skema Penyaluran MBG Selama Bulan Suci Ramadhan

9 Februari 2026 - 15:20 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.