AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP, — Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Sidrap akan berangkat dalam 2 kelompok terbang (kloter) yakni, kloter 2 dan kloter 40.
Kepala Kantor Kemenhaj Sidrap, Shairin menyampaikan Kloter 2 dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 dengan jumlah 387 jamaah.
Sedangkan kloter 40 akan masuk asrama pada 19 Mei 2026 bersama jamaah dari Kabupaten Maros dengan jumlah 364 jamaah. Secara keseluruhan, total jamaah haji asal Sidrap tahun ini mencapai 751 orang.
Pemerintah, melalui Kementrian Haji dan Umroh menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi seluruh jamaah, sekaligus memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan.
Pemerintah Arab Saudi dipastikan telah siap sepenuhnya menerima seluruh jamaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Seluruh dokumen perjalanan, termasuk visa jamaah, juga telah dinyatakan rampung tanpa kendala.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Umroh dan Haji Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, saat membuka kegiatan manasik haji Akbar yang digelar An-Nur Maarif di Masjid Agung Pangkajene, Kabupaten Sidrap, Senin, 30 Maret 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 850 calon jamaah haji reguler dan plus yang memadati lokasi manasik selama dua hari, 30–31 Maret 2026. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan ibadah haji secara matang.
Dalam sambutannya, Ikbal Ismail menyampaikan apresiasi kepada An-Nur Maarif yang dinilai sebagai salah satu travel dengan kategori terbaik di Indonesia.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi lembaga tersebut dalam memberikan perhatian dan pendampingan kepada jamaah, baik haji khusus maupun reguler.
“Kami yakin dan percaya, dengan pengalaman 26 tahun, An-Nur mampu membimbing dan memandirikan jamaah, terutama dalam memahami pelaksanaan ibadah haji secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa para jamaah tidak perlu merasa ragu dalam melaksanakan ibadah haji. Selain dibekali melalui manasik, jamaah juga akan didampingi oleh berbagai petugas resmi seperti ketua kloter, tenaga kesehatan (dokter dan perawat), serta petugas haji daerah, termasuk ketua rombongan dan ketua regu.
“Banyak petugas yang akan mendampingi. Ini menjadi jaminan bahwa jamaah akan mendapatkan pelayanan maksimal selama di Tanah Suci,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berdasarkan hasil koordinasi pemerintah Indonesia dengan otoritas Arab Saudi, pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 tetap berjalan lancar meskipun situasi di Timur Tengah sedang dilanda konflik.
“Penerbangan langsung dari Embarkasi Sultan Hasanuddin menuju Jeddah dan Madinah dipastikan aman, tidak ada gangguan. Pelaksanaan haji tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh calon jamaah untuk senantiasa berdoa agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar, aman, dan nyaman tanpa terdampak situasi global.
“Kami mohon semua jamaah untuk terus berdoa kepada Allah SWT agar seluruh proses ibadah kita tidak terganggu dan berjalan dengan baik,” tutupnya. (asp)
<span;>











