Menu

Mode Gelap
Jelang Rakernas PSI, Ratusan  Mobil Branding Kaesang – Muammar Gandi Dandim 1420/Sidrap Ajak Media Selalu Bersinergi Aroma Khas Coto Yoko, Ikon Kuliner Baru di Sidrap Kepala BNN Sidrap: Pengungkapan 1 Kg Sabu Diduga Terkait Jaringan Internasional HUT NasDem ke-14, Ketua DPRD Sidrap Ajak Kader Tebar Kepedulian

Bisnis · 20 Okt 2025 13:50 WITA ·

Dari Sidrap ke Barru: Mahasiswi UMS Rappang Kajian Kesesuaian Kawasan Wisata Bahari Lasonrai


 Dari Sidrap ke Barru: Mahasiswi UMS Rappang Kajian Kesesuaian Kawasan Wisata Bahari Lasonrai Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, kembali melaksanakan kegiatan Seminar Proposal Skripsi sebagai bagian dari tahapan akademik mahasiswa tingkat akhir.

Kegiatan ini menjadi ruang ilmiah bagi mahasiswa untuk memaparkan rencana penelitiannya sekaligus menerima masukan dari dosen pembimbing dan penguji.

Salah satu mahasiswa yang tampil dalam kegiatan tersebut adalah Nur Zafitri (NIM 0910580722005) dengan judul proposal “Analisis Daya Dukung dan Kesesuaian Kawasan Pesisir untuk Pengembangan Wisata Bahari di Pantai Lasonrai, Kabupaten Barru.”

Dalam paparannya, Nur Zafitri menjelaskan bahwa Pantai Lasonrai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata bahari berkelanjutan karena keindahan alam dan nilai sosial-ekonomi masyarakat pesisirnya.

Namun demikian, kawasan ini juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan fasilitas wisata, konflik penggunaan lahan, dan tekanan aktivitas manusia terhadap lingkungan pesisir.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi biofisik perairan, menilai aktivitas sosial-ekonomi masyarakat, serta menentukan daya dukung kawasan pesisir dalam mendukung kegiatan wisata secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian ini akan menggunakan metode analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan Daya Dukung Kawasan (DDK) untuk menentukan kapasitas optimal pemanfaatan kawasan tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan.

Menurut Dosen Pembimbing I, Muhammad Bibin, S.Pi., M.Si, penelitian ini memiliki nilai strategis dan relevan dengan isu pembangunan wilayah pesisir berkelanjutan. Beliau menyampaikan bahwa,
“Penelitian Nur Zafitri sangat penting karena memberikan gambaran ilmiah mengenai batas kemampuan lingkungan dalam menampung aktivitas wisata.

Hasilnya diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merencanakan pengelolaan kawasan pesisir yang ramah lingkungan dan berbasis masyarakat.

Beliau juga menambahkan bahwa penelitian semacam ini menunjukkan bahwa mahasiswa Prodi Ilmu Perikanan tidak hanya fokus pada aspek budidaya atau sumber daya perikanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pengembangan ekowisata bahari sebagai sektor unggulan daerah.

Kegiatan seminar proposal ini berlangsung secara interaktif dengan diskusi yang konstruktif antara mahasiswa, dosen penguji, dan pembimbing.

Para dosen memberikan apresiasi atas ketepatan metode dan relevansi penelitian terhadap kondisi aktual di Kabupaten Barru.

Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Perikanan UMS Rappang menegaskan komitmennya dalam membina mahasiswa agar mampu melakukan penelitian yang berorientasi pada solusi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Hasil penelitian diharapkan dapat berkontribusi pada kebijakan pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bukan Film, Superhero Benar-Benar Hadir di Sekolah Panca Lautang Bawa Makan Bergizi Gratis

9 Januari 2026 - 11:54 WITA

Mahasiswa Prodi Peternakan UMS Rappang Kaji Inovasi Kerupuk Kulit Ayam Multirasa

8 Januari 2026 - 16:30 WITA

Jelang Rakernas PSI, Ratusan  Mobil Branding Kaesang – Muammar Gandi

7 Januari 2026 - 18:27 WITA

18 Tahun Berjualan, Pedagang Buah di Pasar Tanru Tedong Akhirnya Direlokasi

7 Januari 2026 - 17:56 WITA

IPM Sulsel Minta Dukungan Pemda Sidrap untuk Sukseskan Muktamar XXIV

7 Januari 2026 - 15:52 WITA

Dandim 1420/Sidrap Ajak Media Selalu Bersinergi

6 Januari 2026 - 15:03 WITA

Trending di Ajatappareng