Data BPS: Sektor Pertanian Paling Banyak Serap Tenaga Kerja
AJATAPPARENG.ONLINE, MAKASSAR — Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih tercatat menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Sulawesi Selatan. Jumlahnya mencapai 1,62 juta orang atau setara 34,06 persen dari total penduduk bekerja.
Sektor lain yang juga menyerap tenaga kerja cukup besar adalah perdagangan besar dan eceran sebesar 18,69 persen, serta industri sebesar 7,82 persen. Sementara itu, sebagian besar penduduk bekerja berada di sektor informal yang mencapai 63,13 persen atau sekitar 3 juta orang.
Data dikutip dari siaran berita resmi statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Rabu (6/6/2026). Ini berarti, struktur ekonomi Sulsel masih ditopang sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi. Sektor pertanian juga menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan kontribusi 23,71 persen.
Hal ini seriring dengan Program Pemerintah yang melakukan penguatan sektor pertanian, hilirisasi komoditas unggulan, serta peningkatan konektivitas infrastruktur menjadi strategi utama dalam memperkuat daya tahan ekonomi daerah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.
Berbagai program strategis seperti hilirisasi pertanian terus didorong untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Salah satu daerah di Sulsel yang terus mendorong produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani adalah Kabupaten Sidrap. Di pelbagai kesempatan, Bupati Sidrap, H Syaharuddin Alrif, terus memburu target dengan mendorong produksi gabah hingga mencapai satu juta ton, sebagai kontribusi nyata terhadap swasembada pangan nasional.
Program yang dilakukan diantaranya optimalisasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) harus diiringi dengan penerapan indeks pertanaman (IP) 300 atau tiga kali masa tanam dalam setahun.
Selain ketersediaan air, Syaharuddin juga menyoroti pentingnya dukungan energi melalui program “listrik masuk sawah”. Program ini dinilai krusial untuk menunjang operasional pompa air dalam sistem irigasi modern berbasis air tanah.
Lebih jauh, ia mengajak para petani untuk mulai bertransformasi ke pola pertanian modern yang lebih efisien dan produktif. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari jaringan irigasi, benih unggul, pupuk, hingga sarana produksi lainnya.
“Fasilitas sudah disiapkan pemerintah. Tinggal bagaimana dimanfaatkan secara maksimal oleh petani,” tegasnya.
Di sisi lain, harga gabah yang saat ini berada di kisaran Rp7.300 per kilogram turut menjadi angin segar bagi petani. Kondisi ini dinilai cukup menguntungkan dan diharapkan semakin mendorong semangat produksi.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap optimistis sektor pertanian akan terus berkembang dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (sp)



Tinggalkan Balasan