Menu

Mode Gelap
Rutan Kelas IIB Pinrang Salurkan Bakat Warga Binaan dengan Porseni Selain Cek Perizinan, DPRD Ajak Pemilik Perketat Aturan di Rumah Kost PKL Barombong Ditertibkan, Anggota DPRD Makassar Andi Tenri Tagih Janji Relokasi dan Pembangunan Pasar Makanan Basi MBG Diduga Penyebab Siswa SD Keracunan di Pitu Riawa Tahun Ini, Pemprov Sulsel Prioritaskan Perbaikan Ruas Jalan Pinrang–Sidrap

Ajatappareng · 8 Mei 2025 13:06 WITA ·

Diduga Sarat Titipan, Pembentukan KMP Desa Passeno Disorot Warga


 Diduga Sarat Titipan, Pembentukan KMP Desa Passeno Disorot Warga Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP –Pembentukan pengurus Koperasi Merah Putih (KMP) di Desa Passeno, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, mendapat sorotan warga.

Warga menduga ada orang-orang titipan dalam struktur calon pengurus yang disiapkan di tingkat Desa.

Isu tersebut menyeruak di tengah gencarnya Dinas Koperasi Sidrap, melakukan sosialisasi pembentukan KMP.

Seorang warga Desa Passeno, yang enggan dipublish, kepada media, Kamis (7/5/2025),  mempersoalkan dugaan intervensi dalam proses penunjukan pengurus koperasi di desa itu.

“Tidak ada musyawarah dalam menentukan pengurus KMP. Yang hanya, pihak desa datang duduk, makan kemudian menetapkan nama yang sebelumnya, sudah ditentukan. Masyarakat tidak dilibatkan,” bebernya.

Diduga, nama-nama yang sudah ditetapkan sebagai pengurus KMP Desa Passeno, sudah ditentukan sebelumnya, sebab nama yang terpilih, tidak jauh dari lingkaran Kepala Desa dan BPD.

Warga menuntut, agar pembentukan koperasi benar-benar transparan dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pribadi.

“Yang masuk jadi pengurus itu anak dari aparat desa. Kami warga biasa tidak pernah dipanggil rapat, apalagi dimintai pendapat,” timpalnya.

Dari enam nama yang diumumkan sebagai pengurus, dua di antaranya disebut merupakan anak kandung aparat desa.

Hal ini memicu kecurigaan bahwa pembentukan koperasi hanyalah formalitas tanpa musyawarah yang sesungguhnya.

“Pak Desa juga tidak terbuka dengan kritik. Musyawarah desa jarang digelar melibatkan masyarakat luas. Semua terkesan ditentukan sepihak,” tambah warga lainnya.

Klaim sudah Sesuai Aturan
Sementara itu, Kepala Desa Passeno, Andi Yusuf, membantah tudingan tersebut. Ia mengklaim bahwa penunjukan pengurus dilakukan melalui mekanisme musyawarah dan telah disaksikan pihak terkait.

“Sudah ada daftar hadirnya, dan ada dari dinas koperasi juga yang hadir,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Diketahui, secara aturan, pengurus Koperasi Merah Putih tidak boleh memiliki hubungan keluarga sedarah atau semenda hingga derajat pertama dengan sesama pengurus atau unsur pimpinan desa.

Aturan ini dimaksudkan agar koperasi tetap berjalan objektif, profesional, dan benar-benar berpihak pada masyarakat.

Koperasi Merah Putih sendiri merupakan program strategis nasional yang tertuang dalam Instruksi Presiden Prabowo Subianto Nomor 9 Tahun 2025.

Tujuannya adalah mempercepat pembangunan ekonomi desa, memperkuat ketahanan pangan, dan mewujudkan pemerataan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Namun di Passeno, semangat itu justru dinilai mulai disimpangi. Warga berharap pemerintah kabupaten turun tangan dan mengevaluasi proses pembentukan koperasi agar kembali pada semangat keadilan, keterbukaan, dan partisipasi warga. (sp)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kolaborasi Kominfo dan K3S Dua Pitue Wujudkan Sekolah Berbasis Digital

8 April 2026 - 16:02 WITA

Rutan Kelas IIB Pinrang Salurkan Bakat Warga Binaan dengan Porseni

8 April 2026 - 15:43 WITA

Tiga Laporan Polisi Menumpuk, Madam Katty Belum Hadir Penuhi Panggilan Penyidik

8 April 2026 - 15:13 WITA

Jejak Sunyi Willem Wandik Foundation, Dari Kepemimpinan Menuju Kemanusiaan

8 April 2026 - 12:02 WITA

Dr. Abdul Jabbar Soroti Peran Pemuda Hadapi Tantangan Global dalam Diskusi PGK Sulsel

8 April 2026 - 10:41 WITA

Selain Cek Perizinan, DPRD Ajak Pemilik Perketat Aturan di Rumah Kost

7 April 2026 - 21:07 WITA

Trending di Ajatappareng