Menu

Mode Gelap
Didampingi Pesilat, Keluarga Acok Permana, Guru yang Tewas Dibacok Datangi Polres Sidrap Kelelahan, Ketua KPU Sidrap Mendapat Perawatan Medis NasDem, PKB, PKS Kompak Dukung Hak Angket Kecurangan Pemilu Pj Bupati Enrekang Ikut Dampingi Kunker Presiden Jokowi BEM Unismuh Sidrap Deklarasi Pemilu Damai

Ajatappareng · 13 Jun 2022 13:49 WITA ·

DPRD dan PAM Tirta Karajae Parepare Prioritaskan Optimalisasi Pelayanan


 DPRD dan PAM Tirta Karajae Parepare Prioritaskan Optimalisasi Pelayanan Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, PAREPARE – Pengoptimalan pelayanan air bersih di wilayah yang kesulitan air bersih menjadi salah satu prioritas Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM) Tirta Karajae Kota Parepare.

Salah satunya di wilayah Jillange, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare, yang selama ini mengandalkan program PANSIMAS.

Hal itu terungkap dalam pertemuan dengan warga RW 6/RT 1 Jillange, Lumpue, yang difasilitasi Komisi III DPRD Parepar, Senin, (13/6/2022).

Manajemen PAM Tirta Karajae memberikan opsi solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk pemenuhan pelayanan air bersih bagi warga setempat.

Opsi jangka pendek adalah pemenuhan air bersih 5 tangki sehari bagi masyarakat setempat, dan solusi jangka panjang pengusulan hibah.

Wakil Ketua DPRD Parepare, Rahmat Sjamsu Alam yang hadir dalam pertemuan itu siap mengawal opsi solusi bagi masyarakat sampai terealisasi.

“Saya akan mengawal usulan ini sampai teralisasi,” ucap Rahmat Sjamsu Alam.

Direktur PAM Tirta Karajae Parepare, Andi Firdaus Djollong, bersama jajaran, Anggota Komisi III DPRD Parepare, Kamaluddin Kadir, Anggota Komisi I DPRD Parepare yang berasal dari Dapil Bacukiki/Bacukiki Barat Muh Yusuf Lapanna, Camat Bacukiki Barat Fitriany, Lurah Lumpue, dan Polsek Bacukiki sebelumnya sudah mengunjungi fasilitas PAMSIMAS yaitu Platform Pembangunan Air Minum dan Sanitasi Pedesaan Berbasis Masyarakat di wilayah ini.

Saat itu, Andi Firdaus Djollong menawarkan solusi penanganan jangka pendek dan jangka panjang termasuk pengelolaan PAMSIMAS oleh PAM Tirta Karajae jika diizinkan.

Solusi jangka pendek adalah mengirim mobil tangki PAM Tirta Karajae untuk menyuplai air bersih kepada warga setempat, yang dijadwalkan setiap pukul 08.00 pagi. Dan solusi jangka pendek kedua melakukan perbaikan pompa yang mengalami kerusakan tetapi terkendala karena biaya yang cukup besar,”ungkap Andi Firdaus.

Untuk solusi jangka panjang, Firdaus menawarkan agar pengelolaan PAMSIMAS di wilayah itu dikendalikan oleh PAM Tirta Karajae, jika diberi izin dan dibolehkan.

“Solusi lainnya mengajak masyarakat setempat untuk melakukan sambungan baru sehingga air yang dinikmati langsung berasal dari Reservoir Ladoma. Reservoir Ladoma ini sudah dipastikan kebersihannya dan sangat layak dipakai untuk kehidupan sehari-hari,” papar Andi Firdaus.

Andi Firdaus mengungkapkan, adajuga solusi melalui program Pemerintah Pusat yaitu Hibah Air Minum yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR, yang seharusnya PAM Tirta Karajae bisa mengakses tetapi terkendala oleh anggaran yang belum mencukupi. (*)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Didampingi Pesilat, Keluarga Acok Permana, Guru yang Tewas Dibacok Datangi Polres Sidrap

26 Februari 2024 - 15:22 WITA

Kelelahan, Ketua KPU Sidrap Mendapat Perawatan Medis

23 Februari 2024 - 22:36 WITA

Pj Bupati Enrekang Ikut Dampingi Kunker Presiden Jokowi

22 Februari 2024 - 13:29 WITA

BEM Unismuh Sidrap Deklarasi Pemilu Damai

26 Januari 2024 - 11:56 WITA

Sebelum Dilantik, 294 KPPS di Batulappa Diajak Tanam Pohon

25 Januari 2024 - 17:45 WITA

Pemerintah Siapkan Pasar Sentral Enrekang jadi Pasar Harian

24 Januari 2024 - 14:12 WITA

Trending di Ajatappareng

Konten ini milik Ajatappareng Online. Anda tidak dapat menyalin konten ini.