Menu

Mode Gelap
Balapan Lari’ di Jalan Poros Amparita–Massepe, Resahkan Pengendara Cahaya Mario Salurkan 100 Paket Bantuan Modal Usaha, Total Rp300 Juta 20 Keluarga Prasejahtera Terima Bantuan Modal Usaha dari Cahaya Mario Grup Puluhan Muallaf Terima Bingkisan Sembako Tim RMS Berbagi Jaga Iman, Komunitas Muallaf Gelar Buka Puasa Bersama di Tellu Limpoe

Eksklusif · 8 Feb 2026 16:49 WITA ·

DPRD Makassar Respon Dukungan Zulkifli Hasan atas Pembangunan PSEL Antang


 DPRD Makassar Respon Dukungan Zulkifli Hasan atas Pembangunan PSEL Antang Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, MAKASSAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyambut positif respons Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang memberi lampu hijau terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.

Anggota DPRD Kota Makassar, Nasir Rurung, menilai arahan Zulkifli Hasan saat berkunjung ke Makassar sebagai langkah yang tepat dan realistis.

Menurutnya, penetapan TPA Antang sebagai lokasi proyek strategis nasional tersebut paling rasional dari sisi efisiensi anggaran maupun penerimaan masyarakat.

“Ngapain jauh kalau ada yang dekat. Tentu lebih efisien dibanding mengambil lokasi lain. Saya kira itu jawaban yang sangat tepat, sejalan dengan yang disampaikan Pak Wali Kota,” ujar Nasir, Sabtu (7/2/2026).

Ia menegaskan, pemilihan lokasi PSEL harus mempertimbangkan efektivitas biaya investasi dan operasional. Dibandingkan opsi lain seperti Tamalanrea, pembangunan di TPA Antang dinilai jauh lebih ringan dari sisi anggaran.

“Kalau di Tamalanrea, anggarannya bisa mencapai beberapa triliun rupiah. Sementara di TPA Antang maksimal sekitar Rp2,7 triliun,” jelasnya.

Selain biaya konstruksi, Nasir juga menyoroti potensi penghematan operasional, terutama biaya pengangkutan sampah.

“Kalau lokasinya di Antang, biaya angkut sampah bisa dihemat sekitar Rp20 miliar per tahun dibandingkan harus ke Tamalanrea,” katanya.

Ia menambahkan, aspek penerimaan sosial masyarakat menjadi faktor penting dalam penentuan lokasi proyek PSEL. Namun demikian, Nasir mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan Pemerintah Kota Makassar, khususnya terkait kesiapan lahan.

Untuk pembangunan PSEL, dibutuhkan lahan seluas sekitar 7 hektare. Nasir menyebut Pemkot Makassar telah membeli tambahan lahan, dan sisa kebutuhan diharapkan segera dipenuhi.

“Kemarin Pemkot sudah membeli tambahan lahan. Tinggal kekurangannya yang insyaallah segera disiapkan. Saya kira ini bisa diselesaikan dengan kerja sama yang baik,” ujarnya.

Nasir pun mendorong percepatan realisasi proyek PSEL, mengingat persoalan sampah di Makassar membutuhkan solusi jangka panjang berbasis teknologi.

“Kami berharap ini segera direalisasikan agar persoalan persampahan di Makassar bisa teratasi dengan hadirnya PSEL. Ini solusi yang memang kita tunggu,” tegasnya.

Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Presiden RI telah menginstruksikan agar Indonesia menjadi negara yang ramah lingkungan melalui gerakan Indonesia ASRI.

“Kita diminta oleh Bapak Presiden untuk mewujudkan Indonesia ASRI,” kata Zulkifli Hasan. (arn)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Permudah Pelaporan Pajak, JMSI Sidrap dan KP2KP Bedah Aplikasi CORETAX

2 Maret 2026 - 17:37 WITA

NasDem Sidrap Tebar Berkah Ramadan, Ratusan Takjil Dibagikan di Amparita

1 Maret 2026 - 19:27 WITA

Balapan Lari’ di Jalan Poros Amparita–Massepe, Resahkan Pengendara

1 Maret 2026 - 02:24 WITA

Capai Level Tertinggi, Laju Pertumbuhan Ekonomi Sidrap Tembus Posisi 16 Nasional

28 Februari 2026 - 22:08 WITA

Ratusan Warga Padati Rujab Bupati Sidrap, Safari Ramadan Pererat Silaturahmi

28 Februari 2026 - 20:46 WITA

Cahaya Mario Salurkan 100 Paket Bantuan Modal Usaha, Total Rp300 Juta

28 Februari 2026 - 20:07 WITA

Trending di Ajatappareng