Menu

Mode Gelap
Wamen HAM Mugiyanto Hadiri HUT JMSI ke-6 Perlindungan Pers Diperluas hingga Pengelola Media, Usulan JMSI Disambut Dewan Pers 13 Camat Dilantik, Ketua DPRD Makassar Dukung Penyegaran Pemerintahan Kecamatan Dihadiri Tokoh-tokoh NU, Yasinan Digelar di Rujab Bupati Sidrap Partai PSI ‘Magnet Baru’ di Wajo, Anggelina Putri, Cucu H.Sutomo Dawi Gabung Ke PSI

Eksklusif · 8 Feb 2026 16:49 WITA ·

DPRD Makassar Respon Dukungan Zulkifli Hasan atas Pembangunan PSEL Antang


 DPRD Makassar Respon Dukungan Zulkifli Hasan atas Pembangunan PSEL Antang Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, MAKASSAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyambut positif respons Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang memberi lampu hijau terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.

Anggota DPRD Kota Makassar, Nasir Rurung, menilai arahan Zulkifli Hasan saat berkunjung ke Makassar sebagai langkah yang tepat dan realistis.

Menurutnya, penetapan TPA Antang sebagai lokasi proyek strategis nasional tersebut paling rasional dari sisi efisiensi anggaran maupun penerimaan masyarakat.

“Ngapain jauh kalau ada yang dekat. Tentu lebih efisien dibanding mengambil lokasi lain. Saya kira itu jawaban yang sangat tepat, sejalan dengan yang disampaikan Pak Wali Kota,” ujar Nasir, Sabtu (7/2/2026).

Ia menegaskan, pemilihan lokasi PSEL harus mempertimbangkan efektivitas biaya investasi dan operasional. Dibandingkan opsi lain seperti Tamalanrea, pembangunan di TPA Antang dinilai jauh lebih ringan dari sisi anggaran.

“Kalau di Tamalanrea, anggarannya bisa mencapai beberapa triliun rupiah. Sementara di TPA Antang maksimal sekitar Rp2,7 triliun,” jelasnya.

Selain biaya konstruksi, Nasir juga menyoroti potensi penghematan operasional, terutama biaya pengangkutan sampah.

“Kalau lokasinya di Antang, biaya angkut sampah bisa dihemat sekitar Rp20 miliar per tahun dibandingkan harus ke Tamalanrea,” katanya.

Ia menambahkan, aspek penerimaan sosial masyarakat menjadi faktor penting dalam penentuan lokasi proyek PSEL. Namun demikian, Nasir mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan Pemerintah Kota Makassar, khususnya terkait kesiapan lahan.

Untuk pembangunan PSEL, dibutuhkan lahan seluas sekitar 7 hektare. Nasir menyebut Pemkot Makassar telah membeli tambahan lahan, dan sisa kebutuhan diharapkan segera dipenuhi.

“Kemarin Pemkot sudah membeli tambahan lahan. Tinggal kekurangannya yang insyaallah segera disiapkan. Saya kira ini bisa diselesaikan dengan kerja sama yang baik,” ujarnya.

Nasir pun mendorong percepatan realisasi proyek PSEL, mengingat persoalan sampah di Makassar membutuhkan solusi jangka panjang berbasis teknologi.

“Kami berharap ini segera direalisasikan agar persoalan persampahan di Makassar bisa teratasi dengan hadirnya PSEL. Ini solusi yang memang kita tunggu,” tegasnya.

Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Presiden RI telah menginstruksikan agar Indonesia menjadi negara yang ramah lingkungan melalui gerakan Indonesia ASRI.

“Kita diminta oleh Bapak Presiden untuk mewujudkan Indonesia ASRI,” kata Zulkifli Hasan. (arn)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wamen HAM Mugiyanto Hadiri HUT JMSI ke-6

8 Februari 2026 - 18:29 WITA

Perlindungan Pers Diperluas hingga Pengelola Media, Usulan JMSI Disambut Dewan Pers

8 Februari 2026 - 18:24 WITA

Perkuat Nilai Toleransi, PPG UMS Rappang Gelar Workshop Kebhinekaan 2026

8 Februari 2026 - 10:38 WITA

Program Umrah Akbar Annur–JRW, Kloter Kedua Tiba di Sidrap

7 Februari 2026 - 06:57 WITA

13 Camat Dilantik, Ketua DPRD Makassar Dukung Penyegaran Pemerintahan Kecamatan

6 Februari 2026 - 22:19 WITA

Bawaslu Sidrap Ikuti Rapat Daring Bahas Pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan 2026

6 Februari 2026 - 15:49 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.