AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dengan memberikan dukungan penuh, termasuk menanggung tambahan biaya penerbangan akibat kenaikan harga tiket di tengah kondisi global.

Tambahan anggaran sekitar Rp1,7 triliun tersebut tidak dibebankan kepada jamaah, melainkan sepenuhnya ditanggung melalui APBN. Kebijakan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. H. Bunyamin Yafid, di sela kegiatan pelepasan Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 2 tahun 2026. Acara tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Selasa (21/4/2026)

Menurut Bunyamin Yafid menegaskan bahwa meskipun penyelenggaraan haji kini berada di bawah Kementerian Haji, Kementerian Agama tetap memiliki peran penting dalam pembinaan serta mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji.

Dr Bunyamin Yapid juga menyoroti peningkatan layanan haji tahun ini, salah satunya melalui program Makkah Route di Bandara Makassar.

Program ini memungkinkan jamaah menyelesaikan proses imigrasi Arab Saudi sebelum keberangkatan, sehingga setibanya di Madinah jamaah tidak perlu lagi mengantre panjang.

Diketahui, jumlah Jamaah Calon Haji Kloter 2 tercatat sebanyak 393 orang, termasuk enam petugas haji. Dari total tersebut, 387 orang merupakan calon jamaah, terdiri dari 109 laki-laki dan 278 perempuan.

Dengan berbagai dukungan dan peningkatan layanan tersebut, diharapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jamaah.