Menu

Mode Gelap
Pemkab Enrekang dan Bea Cukai Parepare  Lakukan Operasi Pasar Devisit Rp155 M, Yusuf Timbangi Sebut APBD Pinrang ‘Sakit’ Legislator Papua Barat Belajar Budidaya Porang di Sidrap Aturan Baru Netralitas ASN Permudah Bawaslu Lakukan Pengawasan Planet Surf Buka Store ke 66 di Sidrap, Tawarkan In House Brand

Nasional · 16 Des 2017 12:36 WITA ·

Dua Gempa di Selatan Pesisir Jawa, BMKG;Waspada Tsunami


 Dua Gempa di Selatan Pesisir Jawa, BMKG;Waspada Tsunami Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, JOGYAKARTA — Warga di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa merasakan dua guncangan gempa, Jumat (15/12/2017) tengah malam. Gempa kedua terasa kencang dan berpotensi menimbulkan tsunami.

Akun Twitter Humas BMKG menyebutkan, ada dua gempa yang terjadi malam ini. Gempa pertama terjadi pada pukul 23.04 WIB.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan Joko Siswanto mengatakan, gempa bermagnitudo 4,5 tersebut berpusat di koordinat  7,29 derajat Lintang Selatan (LS)  dan 106,69 derajat Bujur Timur (BT) atau 48 km barat daya Sukabumi, Hawa Barat. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Adapun gempa kedua terjadi pada pukul 23.47 WIB dan berpotensi menimbulkan tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat gempa bermagnitudo 6,9 (sebelumnya ditulis 7,3, di koordinat 7,75 derajat LS dan 108,11 derajat BT pada kedalaman 107 km. Sementara itu, situs United States Geological Survey menyebutkan, gempa darat terjadi pad pukul 23.47 WIB. Pusat gempa di koordinat 7,734 derajat LS dan 108,023 derajat BT pada kedalaman 91,9 km.
Akibat gempa itu, warga Gunungkidul, DI Yogyakarta, membunyikan kentongan untuk mengingatkan warga agar waspada. Sebagian warga yang terjaga dari tidurnya keluar rumah.
Dari pantauan di Dusun Tumpak, Desa Ngawu, Kecamatan Playen, Gunungkidul, warga merasakan gempa cukup lama. “Getarannya kecil tetapi cukup lama ada beberapa detik tadi saya merasakan,” kata warga Tumpak, Suharjono.
Goncangan juga dirasakan oleh warga Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. “Kuat banget, saya sampai terbangun,” kata Resky Amelia, warga Yogyakarta.
Di Jawa Barat, warga Tasikmalaya berhamburan keluar rumah karena panik akan gempa yang begitu besar. Meski terjadi pada malam hari, hampir semua warga di perkotaan menyelamatkan diri dengan keluar rumah dan mengalami kepanikan.Kami panik karena takut dan trauma dengan gempa besar seperti ini. Takut seperti dulu gempa di Cigalontang dan tsunami di Tasikmalaya selatan dan Pangandaran,” ujar Ibnu Hasyim seorang warga Mangkubumi (RKS/AJP)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kemenkes Rilis Klaim Anggaran Covid-19 RS, Totalnya Rp22,8 Triliun

23 Juli 2021 - 11:09 WITA

17 Daerah di Sulsel Siaga Hujan Lebat dan Banjir

22 Februari 2021 - 11:28 WITA

Hari Ini, 19 Terduga Teroris di Sulsel Dikirim ke Jakarta

4 Februari 2021 - 13:38 WITA

Dollah Mando Pimpin Jajaran Pemkab Sidrap Ikuti Pemeriksaan Interim BPK

27 Januari 2021 - 16:37 WITA

Mentan Sebut Manfaat Nilai Subsidi Pupuk Capai 250 Persen

25 Januari 2021 - 15:10 WITA

Ini 8 Kegiatan Masyarakat yang Terkena Pembatasan Kegiatan

7 Januari 2021 - 11:45 WITA

Trending di Nasional