Menu

Mode Gelap
UMKM Panker Resah, Tiap Malam Minggu ‘Dipalak’ Rp50 Ribu Inspektorat Sidrap Telusuri ASN dan PPPK Rangkap Jabatan di BPD Desa Putra Bila Riase Sidrap Sukses Buka Rumah Makan di Batam, Jamu 9 Bupati  Rekanan Proyek Irigasi di Amparita Sebut Pengecoran Terkendala Cuaca Proyek Irigasi BBWS Senilai Rp8 Miliar di Sidrap Molor

Bisnis · 8 Okt 2025 17:54 WITA ·

Fatmawati Rusdi Minta MBG Tutup Dapur yang Tak Penuhi Izin dan IPAL


 Fatmawati Rusdi Minta MBG Tutup Dapur yang Tak Penuhi Izin dan IPAL Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, MAKASSAR — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj. Fatmawati Rusdi, menyoroti temuan sejumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah di Sulsel yang dinilai tidak memenuhi standar operasional dan higienitas.

Salah satu yang menjadi perhatian serius Wagub Fatma adalah dapur MBG yang berlokasi di Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.

“Kita tidak mau dapur seperti itu. Jangan sampai beroperasi di garasi rumah, pakai spandek, panas, dan tidak layak. Ini menyangkut keselamatan anak-anak,” tegas Fatmawati usai menghadiri rapat paripurna DPRD Sulsel di Makassar.

Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Sulsel, Rahman Pina, itu membahas Pemandangan Umum sembilan fraksi terhadap Nota Keuangan dan Ranperda APBD 2026. Dari total 85 anggota DPRD Sulsel, hanya 45 orang yang tercatat hadir, dan tiga orang izin.

Dalam kesempatan terpisah, Wagub Fatma menunjukkan sejumlah foto dan video kondisi dapur MBG yang dianggap tidak layak dan belum mengantongi izin resmi.

“Dapur itu tidak punya IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), tidak punya izin dari Dinas Kesehatan, dan belum melapor. Kok bisa beroperasi? Ini tidak benar,” ungkapnya dengan nada kesal.

Fatmawati meminta kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar segera menutup dapur-dapur MBG yang tidak memenuhi standar dan belum berizin.

“Saya sudah minta ke BGN, dapur yang tidak berstandar tolong ditutup. Kita tidak mau ada kejadian luar biasa, terutama keracunan anak-anak sekolah,” ujarnya.

Istri Anggota DPR RI Rusdi Masse itu juga mengaku telah melaporkan temuan ini ke Komisi IX DPR RI.

“Saya sudah protes ke Komisi IX, karena ada dapur yang diloloskan tanpa izin dan tanpa IPAL. Seharusnya dapur MBG punya sertifikat higienis dan IPAL yang dicek kelayakannya,” tegasnya lagi.

Fatma bahkan mengungkap kejanggalan dalam proses perizinan dapur MBG. “Menurut teman-teman, ada dapur yang hanya kurang satu pisau saja sudah tidak dikasih izin. Tapi ini jelas-jelas tidak punya IPAL malah bisa beroperasi. Ada apa?” sindirnya.

Lebih lanjut, Fatma meminta pemerintah kabupaten/kota di Sulsel segera membentuk tim terpadu untuk melakukan pengawasan dan pengecekan langsung di lapangan.

“Semua kepala daerah harus bentuk tim terpadu. Kita mau program Makan Bergizi Gratis berjalan baik, aman, dan menyehatkan anak-anak kita,” tandasnya.

Menurut Fatma, temuan ini bermula dari laporan adanya siswa yang mengalami sakit perut usai menyantap makanan MBG di sekolah.

“Awalnya ada laporan anak sekolah sakit perut setelah makan siang MBG. Belum bisa dipastikan karena makanan itu, tapi Dinas Kesehatan sudah turun memeriksa,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 111 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengendara Keluhkan Tarif Parkir Rp10 Ribu, Kadishub Sidrap Tegaskan Wajib Karcis

23 Januari 2026 - 17:23 WITA

UMKM Panker Resah, Tiap Malam Minggu ‘Dipalak’ Rp50 Ribu

23 Januari 2026 - 16:22 WITA

Ketua Prodi Ilmu Perikanan UMS Rappang Resmi Menyandang Gelar Insinyur dari UGM

22 Januari 2026 - 08:24 WITA

Inspektorat Sidrap Telusuri ASN dan PPPK Rangkap Jabatan di BPD Desa

21 Januari 2026 - 19:33 WITA

Bulog Sidrap Akui Gudang Rp25,4 Miliar Belum Kantongi PBG, Izin Masih Berproses

21 Januari 2026 - 16:30 WITA

Prodi Bisnis Digital UMS Rappang Lepas Mahasiswa Magang Internasional ke Taiwan Gelombang III

21 Januari 2026 - 15:27 WITA

Trending di Bisnis

Sorry. No data so far.