AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Villa An-nur Maarif, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Kamis, 27 Februari 2026.
Dalam rangkaian kegiatan manasik umrah Ramadan, An-nur Maarif menggelar buka puasa bersama yang dihadiri jamaah serta masyarakat dari berbagai daerah di Kabupaten Sidrap.
Kegiatan yang berlangsung di Villa An-nur Maarif tersebut bukan sekadar ajang berbuka puasa bersama, melainkan juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta memantapkan kesiapan spiritual para calon jamaah umrah.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan tausiah menjelang berbuka semakin menambah suasana syahdu di penghujung hari.
Para jamaah yang dijadwalkan berangkat pada 9 Maret 2026 tampak khusyuk mengikuti rangkaian manasik.
Mereka akan menunaikan ibadah umrah sekaligus merayakan Idulfitri di Mekkah, sebuah momen istimewa yang diimpikan setiap Muslim. Kesempatan berlebaran di Tanah Suci menjadi anugerah yang disambut dengan rasa syukur mendalam.
Pembimbing manasik, Ust H Hamka Adama, dalam arahannya menekankan pentingnya meluruskan niat dan menjaga keikhlasan dalam setiap rangkaian ibadah.
Ia mengingatkan bahwa umrah bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati menuju kedekatan yang lebih dalam kepada Allah SWT.
“Manasik ini bukan hanya latihan gerakan, tetapi pembinaan ruhani agar kita benar-benar siap menjadi tamu Allah,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum penyucian diri sebelum menapakkan kaki di Tanah Suci.
Dengan memperbanyak istighfar, memperkuat sabar, dan menjaga persaudaraan, diharapkan perjalanan ibadah nanti membawa keberkahan dan pulang dengan predikat umrah maqbulah.
Kegiatan buka puasa bersama itu ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran perjalanan, kesehatan, serta keselamatan selama berada di Tanah Suci.
Tangis haru dan rasa syukur menyatu dalam kebersamaan, menggambarkan betapa ibadah adalah panggilan hati yang menghadirkan ketenangan dan harapan.
Melalui rangkaian manasik umrah Ramadan ini, An-nur Maarif tidak hanya mempersiapkan jamaah secara teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keimanan dan kebersamaan, menjadikan perjalanan suci sebagai titik awal perubahan diri menuju pribadi yang lebih bertakwa. (asp)















