Menu

Mode Gelap
Jadi Pemenang di Sulsel, NasDem ‘PeDe’ Usung Kader di Pilkada Caleg Terpilih Wajib Tahu, Bisa Diskualifikasi jika tak Laporkan LPPDK Rekap Kabupaten Selesai, 8 Partai Sukses Raih Kursi di DPRD Sidrap Didampingi Pesilat, Keluarga Acok Permana, Guru yang Tewas Dibacok Datangi Polres Sidrap Kelelahan, Ketua KPU Sidrap Mendapat Perawatan Medis

Ajatappareng · 26 Feb 2018 16:49 WITA ·

Harga Gabah Tak Menentu, Perwakilan Gapoktan Datangi Kantor DPRD Sidrap


 Harga Gabah Tak Menentu, Perwakilan Gapoktan Datangi Kantor DPRD Sidrap Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Puluhan Perwakilan Gabungan Kelompok Tani se Kecamatan Baranti mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidrap, Senin (26/2/2018).

Kedatangan mereka untuk pertemuan bersama angota DPRD terkait harga pembelian gabah yang tidak menentu.

Perwakilan Perwakilan Gapoktan Kecamatan Baranti, Nampe, Senin (26/2/2018) mengatakan tujuan kita datang ke DPRD untuk menuntut harga pembelian Gabah yang tidak menentu. Kini harga gabah semakin Anjlok dari Rp 5.300 tujun menjadi 4.500.

“Kami juga mengeluhkan mengenai adanya Petugas anggota Polri dan Anggota Koramil yang menghalangi Gabah keluar dari Sidrap dengan melakukan swiping di Jalur keluar Sidrap,” ungkap Nampe

Untuk itu, kami mengharapkan anggota DPRD Sidrap agar menyampaikan keluhan para Petani kapada Pemerintah Kabupaten Sidrap hingga Pemerintah Pusat karena sesuai dengan Motto Pemerintah ingin mensejahterakan Petani.

“Inti pembahasannya, harus ada penyesuaian harga sehingga harga Gabah kembali stabil,” kata Nampe

Sementara Ketua DPRD Sidrap, yang diwakili Ketua Fraksi Golkar, Andi Sudarno Bahri  akan segera menindaklanjuti keluhan dari para perwakilan Gapoktan.

Dalam waktu dekat ini kami akan mengundang semua stakeholder terkait untuk membahas mencarikan solusi terbaik sehingga harga gabah bisa kembali normal.

Dalam pertemuan ini, Dandim 1420 Sidrap, Letkol Inf. Eko Paskah membenarkan ada swiping dijalan poros keluar dari Wilayah Sidrap.

Namun hal itu dilakukan semata-mata hanya membantu Kebijakan Pemerintah untuk kepentingan Nasional dan memenuhi target Bulog.

“Apabila tidak terpenuhi target Bulog maka akan dilakukan Impor dari luar Negeri. Apabila Impor ini dilakukan ini akan berimbas ke Petani, harga gabah akan turun dan dipastikan para petani akan mengalami kerugian,” ungkap Eko.

Kemudian jika target Bulog tak terpenuhi kemungkinan besar subsidi petani dari pemerintah akan di cabut.

Untuk itu, kepada semua elemen kelompok tani bisa memahami hal ini. Mengenai harg gabah yang anjlok kita akan carikan solusi yang baik

Kami akan merencanakan pertemuan dengan semua stakeholder terkait untuk membahas permasalahan harga gabah yang anjlok. (asp/ajp)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Sukses di Pileg, 51 Kader NasDem Sulsel akan Umroh bersama RMS

4 Maret 2024 - 14:08 WITA

Jadi Pemenang di Sulsel, NasDem ‘PeDe’ Usung Kader di Pilkada

4 Maret 2024 - 13:43 WITA

Caleg Terpilih Wajib Tahu, Bisa Diskualifikasi jika tak Laporkan LPPDK

27 Februari 2024 - 15:43 WITA

Rekap Kabupaten Selesai, 8 Partai Sukses Raih Kursi di DPRD Sidrap

27 Februari 2024 - 13:38 WITA

Didampingi Pesilat, Keluarga Acok Permana, Guru yang Tewas Dibacok Datangi Polres Sidrap

26 Februari 2024 - 15:22 WITA

Kelelahan, Ketua KPU Sidrap Mendapat Perawatan Medis

23 Februari 2024 - 22:36 WITA

Trending di Ajatappareng

Konten ini milik Ajatappareng Online. Anda tidak dapat menyalin konten ini.