Menu

Mode Gelap
Juara Lomba Adzan, TPQ Polres Sidrap di HUT YKB ke-46 Raih Hadiah Umroh Buka Puasa Bersama Warga, Cahaya Mario Salurkan Zakat dan Modal Usaha Bupati SAR minta Warga Support Misi Sidrap Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Gafur Lapangan Padel Royal Metro Sky Pinrang Resmi Dibuka, Fasilitas Modern dan Lengkap! Perluas Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Sidrap Teken MoU dengan PMII

Eksklusif · 13 Mar 2026 23:28 WITA ·

Jalan Proyek Tambal Aspal di Sidrap Makan Korban, Empat Pengendara Terjatuh


 Jalan Proyek Tambal Aspal di Sidrap Makan Korban, Empat Pengendara Terjatuh Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP – Jalan poros Pangkajene–Rappang, Kabupaten Sidrap, kembali memakan korban. Proyek tambal aspal yang tengah dikerjakan di jalur tersebut diduga menjadi penyebab sejumlah pengendara sepeda motor terjatuh.

Dalam dua malam terakhir, sedikitnya empat pengendara dilaporkan mengalami kecelakaan setelah motornya tergelincir ke lubang jalan yang telah digali namun belum ditambal.

Korban terbaru diketahui bernama Baim, warga Rappang. Ia kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Adinda setelah mengalami kecelakaan akibat terperosok ke lubang proyek di badan jalan.

Tak lama setelah kejadian tersebut, seorang pengendara lain dilaporkan mengalami insiden serupa pada Jumat malam (13/3/2026) dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Ayah korban, Arif Arifin, mengungkapkan kekecewaannya saat membesuk putranya di rumah sakit. Ia menilai kondisi jalan yang dibiarkan terbuka tanpa penanganan cepat sangat membahayakan pengguna jalan.

“Lubang ini sudah seperti jebakan. Anak saya nyaris kehilangan nyawa. Tolong pemerintah segera bertindak sebelum lebih banyak korban,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti pihak pelaksana proyek tambal aspal tersebut. Dinas terkait dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga belum memberikan tanggapan mengenai kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengendara.

Warga setempat menilai pekerjaan proyek yang dilakukan tanpa pengawasan ketat serta tanpa rambu peringatan darurat sangat berisiko, terutama pada malam hari ketika jarak pandang pengendara terbatas.

Beberapa warga bahkan menyebut kondisi jalan tersebut sebagai “arena berbahaya” yang sewaktu-waktu bisa melukai pengguna jalan.

Kasus ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan terhadap proyek infrastruktur, memastikan pemasangan rambu keselamatan, serta mempercepat proses perbaikan jalan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Warga berharap kondisi tersebut segera ditangani sebelum lebih banyak pengendara menjadi korban. (*)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ceramah Tarawih di Cahaya Mario, Bupati SAR Ajak Warga Dukung Program Pemerintah

13 Maret 2026 - 21:51 WITA

Polres Sidrap Gelar Pasar Murah, Fantry: Tekan Lonjakan Harga Jelang Idul Fitri

13 Maret 2026 - 14:35 WITA

Sidrap Pasok Telur Nasional, Transaksi Peternakan Capai Miliaran Rupiah

12 Maret 2026 - 17:39 WITA

BPS Apresiasi Teknologi Peternakan di Sidrap, Produksi Telur Capai Rp12 Miliar per Hari

12 Maret 2026 - 16:39 WITA

BPS Sebut Sektor Pertanian Jadi Penggerak Utama Ekonomi Sidrap

12 Maret 2026 - 14:56 WITA

Bupati Sidrap Sambut Kepala BPS RI, Bahas Penguatan Data dan Ketahanan Pangan Naskah Berita

12 Maret 2026 - 14:05 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.