Menu

Mode Gelap
Tetap Solid, Elite NasDem Sulsel Gelar Konsolidasi 15 Truk Telur Sidrap Dilepas di Festival Tani Ternak, Nilai Transaksi Rp4,7 M Kasus Dugaan Penipuan ‘Mengendap’ 3 Tahun di Polres Wajo, Korban Minta Aparat Serius Wow…Ada Transaksi Alshintan Rp1,2 Miliar pada Pembukaan Festival Tani Ternak Semangat Pengabdian, Begini Pesan Menyentuh Bupati Sidrap

Eksklusif · 31 Jul 2025 22:11 WITA ·

Kasat Narkoba Tegaskan Kasus yang Seret Kades di Bone Tetap Lanjut


 Kasat Narkoba Tegaskan Kasus yang Seret Kades di Bone Tetap Lanjut Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — (Satresnarkoba) Polres Sidenreng Rappang (Sidrap) membantah keras isu yang menyebut kasus penangkapan kepala desa asal Kabupaten Bone terkait narkoba akan dihentikan atau “diatur”.

Isu ini justru dinilai sebagai upaya murahan untuk menjatuhkan kredibilitas dan integritas institusi kepolisian, khususnya jajaran Resnarkoba.

Kasat Resnarkoba Polres Sidrap, IPTU Didit Sutikno Mugiarno, menegaskan bahwa pihaknya tetap konsisten dan tegak lurus dalam menindak kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku.

“Isu itu tidak berdasar dan tidak patut dipercaya. Tidak ada main kata, tidak ada intervensi. Saya jamin kasus ini lanjut hingga vonis di pengadilan. Kami bekerja sesuai fakta dan bukti, bukan opini liar,” tegas IPTU Didit, Kamis (31/7/2025).

Penegasan itu sekaligus menjawab spekulasi publik yang berkembang usai tertangkapnya AT (36) dan AA (41)—salah satunya diketahui merupakan kepala desa aktif dari Kabupaten Bone—yang diamankan pada Sabtu malam, 26 Juli 2025, di Jalan Pengairan, Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae.

Operasi senyap yang dipimpin langsung oleh IPTU Didit dan Kanit Lidik IPDA Azriel Munandar tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait kendaraan mencurigakan yang membawa narkotika dari arah Rappang menuju Pangkajene. Setelah pembuntutan dan penyergapan, ditemukan barang bukti sabu-sabu siap edar dalam jumlah signifikan, dua unit ponsel, dan satu kendaraan operasional.

Kedua pelaku kini ditahan di ruang Satresnarkoba Polres Sidrap untuk proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 114 dan 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Kami tidak main-main. Tidak peduli siapa pelakunya, jabatan tidak menjadi tameng. Kami pastikan proses hukum berjalan transparan dan tuntas,” tambah Kasat Narkoba.

Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong melalui IPTU Didit juga menyampaikan komitmen jajarannya untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Sidrap secara konsisten dan intensif.

Penangkapan ini tidak hanya menggagalkan upaya peredaran narkoba lintas kabupaten, tetapi juga menjadi penegasan bahwa Polres Sidrap tidak akan tunduk pada tekanan apa pun. Apalagi jika itu hanya isu murahan yang mencoba mengaburkan proses hukum demi kepentingan segelintir pihak. (sp)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Antisipasi Lonjakan Harga, Bupati Syaharuddin Alrif Turun Langsung Pantau Pasar Pangkajene

18 Februari 2026 - 12:56 WITA

Bertepatan HUT Sidrap, RS Adinda Launching Pelayanan Sobat Adinda Medical AI (SAMA)

17 Februari 2026 - 13:23 WITA

Hari Jadi ke-682 Sidrap, IPM Tertinggi Tujuh Tahun dan Ekonomi Tumbuh 8,02 Persen

16 Februari 2026 - 19:04 WITA

Hari Jadi ke 628, Bupati Sidrap Ungkap Kontribusi Terbaik untuk Sulsel

16 Februari 2026 - 14:21 WITA

Hari Jadi Sidrap ke-682, Bupati Syaharuddin Ajak Warga Jadikan Jalur SKPD Pusat Olahraga dan Rekreasi

15 Februari 2026 - 17:23 WITA

Pemkab Sidrap dan PT Barito Renewables Energi Sepakati Pengembangan PLTB Tahap II

15 Februari 2026 - 15:02 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.