Menu

Mode Gelap
Andi Tenri Sangka Datangi Rutan Sidrap, Periksa Standar Keamanan ‘Bar-bar’ Lagi, Pasar Malam Terpantau Bikin Aktivitas Berbau Judi Bulog mulai Sasar 25.622 Penerima Bantuan Pangan Pastikan Mudik Aman, Kapolda Pantau Pospam di Sidrap Pemkab Pinrang Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Idul Fitri

Eksklusif · 17 Jan 2026 16:31 WITA ·

Kasat Reskrim Polres Sidrap: Senin Saksi Kasus Kades Mattirotasi Dipanggil


 Kasat Reskrim Polres Sidrap: Senin Saksi Kasus Kades Mattirotasi Dipanggil Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Kepala Desa Mattirotasi, Bahar Idris, terhadap seorang warganya terus berlanjut di Mapolres Sidrap.

Penyidik Satreskrim Polres Sidrap menjadwalkan pemanggilan sejumlah saksi untuk dimintai keterangan pada Senin, 19 Januari 2026.

Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Welfrick Ambarita, saat dikonfirmasi pada Jumat, 16 Januari 2026.

Ia mengatakan, pemanggilan saksi merupakan bagian dari tahapan penyelidikan atas laporan yang telah diterima pihak kepolisian.

“Kami jadwalkan hari Senin untuk mengundang saksi-saksi guna diambil keterangannya,” ujarnya.

Menurut Welfrick, laporan dari pihak pelapor telah resmi diterima dan saat ini penyidik telah menyiapkan administrasi serta langkah-langkah penyelidikan.

Pelapor juga telah dimintai keterangan awal oleh penyidik.

“Untuk pelapor sudah kami periksa. Selanjutnya kami akan mengundang pihak-pihak terkait yang mengetahui atau berada di lokasi kejadian,” jelasnya.

Terkait informasi adanya laporan balik dari Kepala Desa Mattirotasi atas dugaan pengrusakan, Kasat Reskrim menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan tersebut secara resmi.

Diketahui, laporan dugaan penganiayaan ini dilayangkan oleh Andi Oddang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sidrap pada Selasa sore, 13 Januari 2026.

Ia melaporkan Bahar Idris atas dugaan penganiayaan yang dialaminya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi di depan SPBU Mattirotasi sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu, Andi Oddang mengaku sedang mengendarai sepeda motor bersama anaknya yang masih kecil.

“Saya bersama anak saya di atas motor. Saya tidak melawan karena anak saya masih kecil,” ujar Andi Oddang saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Ia mengklaim dicegat secara tiba-tiba oleh Bahar Idris yang dalam kondisi emosi dan dipukul sebanyak tiga kali.

Sementara itu, Bahar Idris membenarkan adanya insiden tersebut dan mengakui perbuatannya.

Ia menyebut tindakan itu terjadi secara spontan karena merasa kesal korban melintasi jalan desa yang baru saja diperbaiki.

“Jalan itu belum saatnya dilewati karena belum selesai sepenuhnya,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, rabat beton jalan desa tersebut sebelumnya telah dua kali mengalami kerusakan akibat dilalui kendaraan sebelum masa pengeringan selesai.

Bahkan, ia mengaku sempat mengembalikan dana sebesar Rp34 juta kepada Inspektorat akibat kerusakan tersebut.

“Seharusnya rabat beton menunggu 21 hari masa pengeringan. Jalan itu sudah dipalang bambu dan batu, tapi tetap dibuka dan dilewati. Itu yang membuat saya spontan,” ungkapnya.

Bahar Idris juga menambahkan bahwa perbaikan terakhir jalan desa tersebut dilakukan menggunakan dana pribadinya. (asp)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Andi Tenri Sangka Datangi Rutan Sidrap, Periksa Standar Keamanan

25 Maret 2026 - 21:41 WITA

Momentum Idul Fitri, Andi Pahlevi, Kasrudi, dan Budi Hastuti Rajut Kebersamaan

25 Maret 2026 - 14:09 WITA

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Silaturahmi di Dusun Pallae Usai Pantau Perbatasan

24 Maret 2026 - 20:43 WITA

Dari Jembatan Gantung hingga Ruang Kelas, Safari Tolikara Bawa Harapan dari Kampung

24 Maret 2026 - 20:37 WITA

Perangi Halinar, Lapas Kelas IIB Luwuk Gencar Lakukan Penggeledahan Blok Hunian

24 Maret 2026 - 16:42 WITA

Nurdin Halid dan Pelayanan Istimewa Annur Travel: Bukti Nyata Loyalitas Jamaah Umrah

24 Maret 2026 - 16:08 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.