Menu

Mode Gelap
Jelang Rakernas PSI, Ratusan  Mobil Branding Kaesang – Muammar Gandi Dandim 1420/Sidrap Ajak Media Selalu Bersinergi Aroma Khas Coto Yoko, Ikon Kuliner Baru di Sidrap Kepala BNN Sidrap: Pengungkapan 1 Kg Sabu Diduga Terkait Jaringan Internasional HUT NasDem ke-14, Ketua DPRD Sidrap Ajak Kader Tebar Kepedulian

Fokus · 15 Des 2025 15:21 WITA ·

Ketua Karang Taruna Sidrap: Warga Rugi Tak Cicipi Coto Yoko


 Ketua Karang Taruna Sidrap: Warga Rugi Tak Cicipi Coto Yoko Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Kuliner khas Sulawesi Selatan, Coto Yoko, yang berlokasi di depan Kantor Kodim 1420 Sidrap, Kelurahan Majelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, terus menarik perhatian dan mendapat apresiasi dari masyarakat.

Ketua Karang Taruna Sidrap, Dr. Abdul Jabbar, mengungkapkan kekagumannya usai mencicipi langsung Coto Yoko, Senin (15/12/2025). Ia menilai cita rasa coto yang disajikan sangat khas dan menggugah selera.

“Hari ini baru saja kita mencoba Coto Yoko. Luar biasa rasanya, top,” ujar Abdul Jabbar.

Menurutnya, sajian Coto Yoko layak menjadi pilihan utama kuliner di Sidrap. Ia bahkan menyebut masyarakat akan merasa rugi jika tidak singgah menikmati coto yang berada tepat di depan Kodim 1420 Sidrap tersebut.

“Pokoknya seluruh warga Sidrap dan sekitarnya rugi kalau tidak singgah makan coto di Coto Yoko depan Kodim Kabupaten Sidrap. Terima kasih, pokoknya top markotop. Luar biasa,” tambahnya.

Selain cita rasa yang mantap, Coto Yoko juga dikenal dengan penyajian yang bersih serta pelayanan yang ramah. Hal tersebut membuat pengunjung merasa nyaman dan betah menikmati hidangan khas Bugis ini.

Lokasinya yang strategis menjadikan Coto Yoko mudah dijangkau oleh berbagai kalangan, mulai dari pegawai perkantoran, pelintas jalan, hingga wisatawan kuliner yang berkunjung ke Kabupaten Sidrap.

Dr. Abdul Jabbar berharap pelaku UMKM kuliner seperti Coto Yoko terus mendapat dukungan dari semua pihak agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“UMKM seperti ini perlu kita dukung bersama. Rasanya enak, pelayanannya baik, dan ini kebanggaan kuliner Sidrap,” tuturnya.

Sementara itu, Suriadi Ngate menilai bahwa bisnis sejatinya bukan soal banyaknya pujian atau kritik yang diterima. Menurutnya, usaha yang dibangun dengan hati, fokus pada kualitas, pelayanan, serta sikap saling memaafkan akan mampu bertahan dan berkembang.

“Bisnis itu bukan tentang seberapa banyak orang memuji atau mengkritik, tapi bagaimana kita membangun dengan hati,” ujarnya.

Dengan meningkatnya minat masyarakat, Coto Yoko diyakini akan terus berkembang dan berpotensi menjadi salah satu ikon kuliner kebanggaan Kabupaten Sidrap, selama mampu menjaga kualitas rasa dan pelayanan.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bukan Film, Superhero Benar-Benar Hadir di Sekolah Panca Lautang Bawa Makan Bergizi Gratis

9 Januari 2026 - 11:54 WITA

Mahasiswa Prodi Peternakan UMS Rappang Kaji Inovasi Kerupuk Kulit Ayam Multirasa

8 Januari 2026 - 16:30 WITA

Jelang Rakernas PSI, Ratusan  Mobil Branding Kaesang – Muammar Gandi

7 Januari 2026 - 18:27 WITA

18 Tahun Berjualan, Pedagang Buah di Pasar Tanru Tedong Akhirnya Direlokasi

7 Januari 2026 - 17:56 WITA

IPM Sulsel Minta Dukungan Pemda Sidrap untuk Sukseskan Muktamar XXIV

7 Januari 2026 - 15:52 WITA

Dandim 1420/Sidrap Ajak Media Selalu Bersinergi

6 Januari 2026 - 15:03 WITA

Trending di Ajatappareng