Menu

Mode Gelap
Banana Box Q Hadir dengan Beragam Olahan Pisang DPRD Makassar Apresiasi Komitmen Walikota Atasi Kesemrawutan Pengelola Masjid Agung Ajak Generasi Muda Makmurkan Masjid dengan Kegiatan Keagamaan Tetap Solid, Elite NasDem Sulsel Gelar Konsolidasi 15 Truk Telur Sidrap Dilepas di Festival Tani Ternak, Nilai Transaksi Rp4,7 M

Bisnis · 28 Okt 2025 15:10 WITA ·

Kolaborasi Kampus UMS Rappang dan UMI Wujudkan Solusi Pengelolaan Sampah di Parepare


 Kolaborasi Kampus UMS Rappang dan UMI Wujudkan Solusi Pengelolaan Sampah di Parepare Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Masalah sampah pesisir di Kota Parepare semakin memprihatinkan. Tumpukan plastik dan limbah rumah tangga yang mencemari kawasan pesisir Wattang Soreang kini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Namun, langkah nyata datang dari kalangan akademisi.

Dosen Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Damis, S.Kel., M.Si., bersama tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang dipimpin oleh Asmidar, S.Kel., M.Si. selaku ketua pelaksana, dan Ir. Muhammad Saenong, M.P. sebagai anggota tim, berkolaborasi menghadirkan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat pesisir.

Program ini menyasar Kelompok Masyarakat Anugrah, komunitas lokal yang peduli lingkungan di wilayah pesisir Wattang Soreang.

Melalui pendekatan partisipatif, tim dosen dan mahasiswa memberikan pelatihan pemilahan sampah, penggunaan mesin pencacah, serta pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pupuk cair. Selain itu, disediakan juga bak sampah terpilah untuk membiasakan warga memilah sampah sejak dari rumah tangga.

“Pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan sosialisasi. Harus ada tindakan nyata dan perubahan perilaku. Kami ingin masyarakat jadi pelaku utama, bukan sekadar penerima program,” ujar Damis, S.Kel., M.Si, selaku perwakilan UMS Rappang yang turut menjadi pendamping lapangan.

Tahapan pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, mulai dari sosialisasi, pelatihan teknis, hingga pendampingan berkelanjutan.

Dalam pelatihan, masyarakat dikenalkan cara mengoperasikan mesin pencacah untuk mempercepat proses pengomposan dan mengurangi volume limbah organik.

Dari uji coba awal, kelompok masyarakat berhasil menghasilkan 15 kilogram kompos organik, sebuah capaian yang menunjukkan perubahan nyata di tingkat akar rumput.

Ketua Program Studi Ilmu Perikanan UMS Rappang, Surianti, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Program ini bukan hanya memberi solusi lingkungan, tetapi juga mengajarkan nilai keberlanjutan kepada masyarakat.

Kolaborasi antara UMS Rappang dan UMI membuktikan bahwa ilmu pengetahuan bisa hadir langsung di tengah masyarakat pesisir,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kampus mendukung SDGs poin 11 dan 14, yaitu kota berkelanjutan dan perlindungan ekosistem laut.

Pemerintah Kelurahan Wattang Soreang pun menyambut positif inisiatif ini dan berencana mengadopsi model pengelolaan sampah berbasis komunitas untuk diterapkan di wilayah pesisir lainnya.

“Harapan kami, kegiatan ini menjadi contoh keberhasilan kolaborasi kampus dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan pesisir yang bersih, sehat, dan produktif,” tutup Damis.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Warek I UMS Rappang Prediksi Kepuasan Publik Bisa Tembus 90 Persen di Akhir Tahun

21 Februari 2026 - 21:37 WITA

Banana Box Q Hadir dengan Beragam Olahan Pisang

21 Februari 2026 - 21:31 WITA

UMS Rappang Targetkan Empat Dosen Tamu Tiap Semester, Perkuat Kompetensi Mahasiswa

20 Februari 2026 - 22:31 WITA

DPRD Makassar Apresiasi Komitmen Walikota Atasi Kesemrawutan

20 Februari 2026 - 13:52 WITA

Pengelola Masjid Agung Ajak Generasi Muda Makmurkan Masjid dengan Kegiatan Keagamaan

20 Februari 2026 - 04:38 WITA

Antisipasi Lonjakan Harga, Bupati Syaharuddin Alrif Turun Langsung Pantau Pasar Pangkajene

18 Februari 2026 - 12:56 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.