Menu

Mode Gelap
RMS Gelar Buka Puasa dan Bagi Ribuan Sembako di RMS Land Balapan Lari’ di Jalan Poros Amparita–Massepe, Resahkan Pengendara Cahaya Mario Salurkan 100 Paket Bantuan Modal Usaha, Total Rp300 Juta 20 Keluarga Prasejahtera Terima Bantuan Modal Usaha dari Cahaya Mario Grup Puluhan Muallaf Terima Bingkisan Sembako Tim RMS Berbagi

Fokus · 9 Sep 2025 07:14 WITA ·

Krisis Solar di Sidrap, Petani Terancam Gagal Panen dan Sopir Truk Hentikan Operasi


 Krisis Solar di Sidrap, Petani Terancam Gagal Panen dan Sopir Truk Hentikan Operasi Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dilanda krisis solar bersubsidi sejak sepekan terakhir.

Dampaknya meluas, mulai dari terhambatnya panen padi, sopir truk logistik menunda perjalanan, hingga aktivitas ekonomi di daerah lumbung beras Sulawesi Selatan ini melambat drastis.

Hampir semua SPBU di 10 kecamatan Sidrap mengalami kekosongan stok solar. Antrean panjang kendaraan menjadi pemandangan sehari-hari, bahkan sebagian sopir rela bermalam di mobil.

“Kadang sampai tiga hari baru dapat jatah beberapa liter,” keluh Lukman, sopir logistik, Senin (8/9/2025).

Kondisi ini semakin memprihatinkan karena terjadi di puncak musim panen. Petani mengaku kesulitan mengoperasikan mesin perontok padi dan pompa air. Abdul Rahman, petani di Watang Sidenreng, mengatakan panen terancam gagal.

“Sawah sudah waktunya panen, tapi mesin tak bisa jalan tanpa solar,” ujarnya.

Dari penelusuran media, krisis berawal dari pembatasan suplai Pertamina. Biasanya tiap SPBU menerima 8–10 ton solar per hari, kini hanya beberapa ton saja dan distribusinya tidak menentu. Akibatnya, petani terpaksa membeli solar dari pengecer dengan harga dua kali lipat.

Menanggapi keluhan masyarakat, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif menegaskan pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan Pertamina.

“Pasokan solar harus segera dinormalkan, terutama untuk kebutuhan petani dan transportasi logistik,” tegasnya.

Syaharuddin juga mengingatkan bahwa kelangkaan solar bukan sekadar masalah energi, melainkan ancaman bagi stabilitas pangan nasional.

Sidrap ditargetkan menyumbang 1 juta ton gabah per tahun dalam program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.

Pemkab Sidrap dijadwalkan menggelar rapat darurat bersama Pertamina, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, serta pengelola SPBU.

Tujuannya untuk menormalkan distribusi solar, menjamin kebutuhan petani di musim panen, dan menjaga kelancaran rantai logistik.

Warga berharap langkah cepat Pemkab benar-benar direspons Pertamina agar roda ekonomi Sidrap kembali berjalan normal.

“Kalau pasokan solar normal, kami bisa panen tepat waktu dan kirim gabah keluar daerah,” ujar Abdullah, petani di Watang Pulu. (asp)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Nuzulul Qur’an Direncanakan Digelar di Istana Negara, Usulan Menag Disambut Presiden Prabowo

5 Maret 2026 - 02:23 WITA

Tak Cukup Zakat, Menag Ajak Umat Perluas Kepedulian Sosial Islam

4 Maret 2026 - 03:09 WITA

Bergiliran Hadir di Bukber HUT Rusdi Masse, Kepala Daerah-Legislator Sulsel Tunjukkan Soliditas

4 Maret 2026 - 00:25 WITA

RMS Gelar Buka Puasa dan Bagi Ribuan Sembako di RMS Land

3 Maret 2026 - 20:43 WITA

Permudah Pelaporan Pajak, JMSI Sidrap dan KP2KP Bedah Aplikasi CORETAX

2 Maret 2026 - 17:37 WITA

NasDem Sidrap Tebar Berkah Ramadan, Ratusan Takjil Dibagikan di Amparita

1 Maret 2026 - 19:27 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.