Menu

Mode Gelap
Andi Tenri Sangka Datangi Rutan Sidrap, Periksa Standar Keamanan ‘Bar-bar’ Lagi, Pasar Malam Terpantau Bikin Aktivitas Berbau Judi Bulog mulai Sasar 25.622 Penerima Bantuan Pangan Pastikan Mudik Aman, Kapolda Pantau Pospam di Sidrap Pemkab Pinrang Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Idul Fitri

Fokus · 9 Sep 2025 07:14 WITA ·

Krisis Solar di Sidrap, Petani Terancam Gagal Panen dan Sopir Truk Hentikan Operasi


 Krisis Solar di Sidrap, Petani Terancam Gagal Panen dan Sopir Truk Hentikan Operasi Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dilanda krisis solar bersubsidi sejak sepekan terakhir.

Dampaknya meluas, mulai dari terhambatnya panen padi, sopir truk logistik menunda perjalanan, hingga aktivitas ekonomi di daerah lumbung beras Sulawesi Selatan ini melambat drastis.

Hampir semua SPBU di 10 kecamatan Sidrap mengalami kekosongan stok solar. Antrean panjang kendaraan menjadi pemandangan sehari-hari, bahkan sebagian sopir rela bermalam di mobil.

“Kadang sampai tiga hari baru dapat jatah beberapa liter,” keluh Lukman, sopir logistik, Senin (8/9/2025).

Kondisi ini semakin memprihatinkan karena terjadi di puncak musim panen. Petani mengaku kesulitan mengoperasikan mesin perontok padi dan pompa air. Abdul Rahman, petani di Watang Sidenreng, mengatakan panen terancam gagal.

“Sawah sudah waktunya panen, tapi mesin tak bisa jalan tanpa solar,” ujarnya.

Dari penelusuran media, krisis berawal dari pembatasan suplai Pertamina. Biasanya tiap SPBU menerima 8–10 ton solar per hari, kini hanya beberapa ton saja dan distribusinya tidak menentu. Akibatnya, petani terpaksa membeli solar dari pengecer dengan harga dua kali lipat.

Menanggapi keluhan masyarakat, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif menegaskan pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan Pertamina.

“Pasokan solar harus segera dinormalkan, terutama untuk kebutuhan petani dan transportasi logistik,” tegasnya.

Syaharuddin juga mengingatkan bahwa kelangkaan solar bukan sekadar masalah energi, melainkan ancaman bagi stabilitas pangan nasional.

Sidrap ditargetkan menyumbang 1 juta ton gabah per tahun dalam program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.

Pemkab Sidrap dijadwalkan menggelar rapat darurat bersama Pertamina, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, serta pengelola SPBU.

Tujuannya untuk menormalkan distribusi solar, menjamin kebutuhan petani di musim panen, dan menjaga kelancaran rantai logistik.

Warga berharap langkah cepat Pemkab benar-benar direspons Pertamina agar roda ekonomi Sidrap kembali berjalan normal.

“Kalau pasokan solar normal, kami bisa panen tepat waktu dan kirim gabah keluar daerah,” ujar Abdullah, petani di Watang Pulu. (asp)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Diduga Tak Kantongi Izin, Aktivitas Tambang di Watang Pulu Terancam Ditutup

27 Maret 2026 - 21:35 WITA

Setelah I’tikaf dan Idulfitri di Madinah, Bunyamin Yapid Tancap Gas Siapkan Haji 2026

26 Maret 2026 - 12:37 WITA

Andi Tenri Sangka Datangi Rutan Sidrap, Periksa Standar Keamanan

25 Maret 2026 - 21:41 WITA

Momentum Idul Fitri, Andi Pahlevi, Kasrudi, dan Budi Hastuti Rajut Kebersamaan

25 Maret 2026 - 14:09 WITA

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Silaturahmi di Dusun Pallae Usai Pantau Perbatasan

24 Maret 2026 - 20:43 WITA

Dari Jembatan Gantung hingga Ruang Kelas, Safari Tolikara Bawa Harapan dari Kampung

24 Maret 2026 - 20:37 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.