AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui Tim PKM RisetMu, LP3M UMS Rappang menggelar pelatihan bertajuk
“Strategi Manajemen Usaha dalam Pemberdayaan Nasyiatul Aisyiyah: Transformasi Food Waste Ampas Kelapa menjadi Olahan Pangan untuk Mendukung Green Supermarket Sejati Mart”.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 13 Januari 2026 ini diikuti oleh kader Nasyiatul Aisyiyah dengan penuh antusias.
Pelatihan menghadirkan Iranita Haryono, S.Pt., M.Si. sebagai narasumber utama yang memberikan materi terkait strategi manajemen usaha dan pengolahan limbah pangan bernilai jual.
Dalam paparannya, Iranita Haryono menekankan bahwa tantangan utama dalam dunia usaha saat ini tidak hanya terletak pada proses produksi, tetapi juga pada kemampuan mengelola manajemen usaha secara matang.
Menurutnya, strategi yang tepat sangat diperlukan agar produk olahan ampas kelapa mampu bersaing di pasar dan diminati konsumen.
“Kunci keberhasilan produk bukan hanya pada bahan baku, tetapi pada manajemen, kualitas, dan kemasan yang memenuhi standar pasar,” jelasnya di hadapan peserta.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kepala LP3M bersama Tim PKM RisetMu Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang sebagai bentuk kolaborasi dengan Nasyiatul Aisyiyah.
Pelatihan ini juga bertujuan mendukung pengembangan Green Supermarket Sejati Mart sebagai pasar ramah lingkungan yang menampung produk-produk berbasis keberlanjutan.
Fokus utama pelatihan adalah transformasi food waste, khususnya ampas kelapa yang selama ini kerap dianggap limbah.
Melalui inovasi dan pendekatan ekonomi kreatif, ampas kelapa diolah menjadi berbagai produk pangan yang memiliki nilai gizi serta nilai jual. Langkah ini sejalan dengan upaya pengurangan limbah pangan dan penciptaan peluang usaha mandiri bagi kader perempuan Muhammadiyah.
Selain teknik pengolahan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai standar kualitas produk, mulai dari rasa, kebersihan, hingga kemasan. Hal tersebut menjadi syarat penting agar produk dapat diterima di pasar ritel modern, termasuk Green Supermarket Sejati Mart sebagai mitra pemasaran.
Para kader Nasyiatul Aisyiyah terlihat aktif mengikuti setiap sesi pelatihan, baik teori maupun praktik. Melalui kegiatan ini, mereka diharapkan mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mandiri dan profesional, sekaligus berkontribusi dalam penguatan ekonomi organisasi.
Melalui program ini, LP3M UMS Rappang membuktikan bahwa sinergi antara riset, pengabdian masyarakat, dan organisasi perempuan mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan ekonomi dan lingkungan.
Transformasi ampas kelapa menjadi produk pangan bernilai ekonomi menjadi contoh konkret bahwa keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan. (asp)











