Menu

Mode Gelap
60 Warga Binaan Rutan Kelas II B Sidrap Diedukasi Pemulihan Adiksi Ketua Umum JMSI Jadi ‘Tokoh Media Berpengaruh’ Versi MAT 2025 2 Hari Pasca Dilantik, Plh Kadis Kesehatan Langsung ‘Bersih-bersih’ Semangat Baru Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sidrap Bupati Lantik 4 Pejabat Definitif, Plt Diskop UMKM dan Plh Dinkes

Fokus · 6 Agu 2025 16:32 WITA ·

Mahasiswa KKN Unhas Ajak Warga Sidrap Kelola Sampah Lewat Biopori


 Mahasiswa KKN Unhas Ajak Warga Sidrap Kelola Sampah Lewat Biopori Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Pengembangan Desa Universitas Hasanuddin Gelombang 114 menggelar kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan biopori, Sabtu (3/8/2025), di pekarangan rumah Kepala Desa Dengeng-Dengeng, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya edukasi dan pemberian solusi terhadap permasalahan pengelolaan sampah organik skala rumah tangga yang selama ini menjadi tantangan di lingkungan masyarakat.

Acara dibuka oleh Kepala Desa Dengeng-Dengeng, Dusmin, yang menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah organik secara mandiri di tingkat rumah tangga. Dalam sambutannya, Dusmin menekankan bahwa selain menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang tepat juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan, khususnya melalui proses daur ulang.

“Kita perlu berperan aktif dalam mengelola sampah rumah tangga. Salah satunya dengan teknologi sederhana seperti biopori yang tidak hanya mengurangi sampah, tapi juga memperbaiki kualitas tanah dan menghasilkan pupuk alami,” ungkap Dusmin.

Selanjutnya, kegiatan berlanjut dengan pematerian oleh Farida Jumadi, salah satu mahasiswa KKN. Ia memaparkan secara detail teknik pembuatan biopori, mulai dari manfaatnya dalam meningkatkan daya resap air, memperbaiki struktur tanah, hingga perannya dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

Farida juga menekankan bahwa biopori merupakan solusi praktis dan murah yang bisa diterapkan oleh siapa saja tanpa memerlukan alat atau biaya besar.

Setelah pemaparan materi, peserta langsung diajak praktik membuat lubang biopori di lokasi yang telah disiapkan. Dengan pendampingan langsung dari tim KKN, warga melakukan penggalian, memasukkan bahan organik seperti daun dan sisa sayuran, hingga proses penutupan dan perawatan lubang biopori.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, yang berlangsung interaktif. Warga menyampaikan pertanyaan dan pengalaman terkait pengelolaan sampah organik di rumah masing-masing.

Rusdi, salah satu peserta yang juga Kepala Dusun, menyampaikan antusiasmenya setelah mengikuti kegiatan.
“Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya jadi paham bagaimana cara memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk lewat biopori. Saya sangat antusias untuk memulai di rumah agar bisa mendapatkan pupuk alami untuk tanaman sayur saya,” tuturnya.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, masyarakat dapat menerapkan metode biopori secara rutin dan berkelanjutan. Selain mengurangi timbunan sampah organik, hal ini juga menjadi langkah kolektif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan desa. (asp)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kemenag Pinrang Dapat Energi Baru, Dr. Bunyamin Tekankan Implementasi Asta Protas

29 Agustus 2025 - 17:45 WITA

Yuk! Ramaikan Sidrap Night Market Pesta Panen Raya, Tingkatkan UMKM

29 Agustus 2025 - 16:18 WITA

Ekonomi Membaik, Pengadilan Agama Klaim Angka Perceraian Turun

29 Agustus 2025 - 14:05 WITA

60 Warga Binaan Rutan Kelas II B Sidrap Diedukasi Pemulihan Adiksi

29 Agustus 2025 - 13:49 WITA

Bupati Syaharuddin Paparkan Potensi Sidrap di Apkasi Otonomi Expo 2025

28 Agustus 2025 - 21:26 WITA

2 Hari Pasca Dilantik, Plh Kadis Kesehatan Langsung ‘Bersih-bersih’

28 Agustus 2025 - 21:01 WITA

Trending di Budaya