Menu

Mode Gelap
Banana Box Q Hadir dengan Beragam Olahan Pisang DPRD Makassar Apresiasi Komitmen Walikota Atasi Kesemrawutan Pengelola Masjid Agung Ajak Generasi Muda Makmurkan Masjid dengan Kegiatan Keagamaan Tetap Solid, Elite NasDem Sulsel Gelar Konsolidasi 15 Truk Telur Sidrap Dilepas di Festival Tani Ternak, Nilai Transaksi Rp4,7 M

Bisnis · 5 Jan 2026 10:36 WITA ·

Pastikan Program KKN Berkelanjutan, Dosen UMS Rappang Tinjau Budidaya Maggot di Desa Kulo


 Pastikan Program KKN Berkelanjutan, Dosen UMS Rappang Tinjau Budidaya Maggot di Desa Kulo Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Dosen Program Studi Ilmu Perikanan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Muhammad Bibin, S.Pi., M.Si., melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi keberlanjutan budidaya maggot di Desa Kulo. Program budidaya tersebut sebelumnya dikembangkan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (KKN PMM).

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat yang telah dirintis oleh mahasiswa selama pelaksanaan KKN, agar tetap berjalan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.

Monitoring dilakukan secara langsung di lokasi budidaya kelompok mitra dengan meninjau berbagai aspek, antara lain teknis pemeliharaan maggot, ketersediaan bahan baku organik, manajemen produksi, serta tingkat pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam mengelola usaha budidaya tersebut.

Budidaya maggot dinilai memiliki potensi strategis sebagai solusi pengelolaan limbah organik sekaligus sebagai sumber pakan alternatif bernilai ekonomis bagi sektor perikanan dan peternakan. Oleh karena itu, keberlanjutan program menjadi perhatian utama agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Bibin juga memberikan pendampingan lanjutan berupa arahan teknis serta rekomendasi pengelolaan yang lebih efisien dan berorientasi pada keberlanjutan usaha.

Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program Kampus Berdampak, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dalam pembangunan berbasis potensi lokal.

Diharapkan, hasil monitoring ini dapat mendorong budidaya maggot di Desa Kulo terus berkembang sebagai usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pengembangan ekonomi ramah lingkungan.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Warek I UMS Rappang Prediksi Kepuasan Publik Bisa Tembus 90 Persen di Akhir Tahun

21 Februari 2026 - 21:37 WITA

Banana Box Q Hadir dengan Beragam Olahan Pisang

21 Februari 2026 - 21:31 WITA

UMS Rappang Targetkan Empat Dosen Tamu Tiap Semester, Perkuat Kompetensi Mahasiswa

20 Februari 2026 - 22:31 WITA

DPRD Makassar Apresiasi Komitmen Walikota Atasi Kesemrawutan

20 Februari 2026 - 13:52 WITA

Pengelola Masjid Agung Ajak Generasi Muda Makmurkan Masjid dengan Kegiatan Keagamaan

20 Februari 2026 - 04:38 WITA

Antisipasi Lonjakan Harga, Bupati Syaharuddin Alrif Turun Langsung Pantau Pasar Pangkajene

18 Februari 2026 - 12:56 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.